Promosi Agrowisata, Tapi Juga Sektor Pariwisata Umum se-Nusantara

Fadhlun Munir Pauspaus dan Yokbet Merauje berpose usai terpilih menjadi Putra-putri Agrowisata Nusantara 2021. Kedua anak Papua ini adalah jebolan Tan Monj Port Numbay 2019. ( FOTO: Munir dan Yokbet for Cepos)

Ngobrol Bareng Putra – Putri Agrowisata Nusantara 2021

Fadhlun Munir Pauspaus dan Yokbet Merauje terpilih Putra – Putri Agrowisata Nusantara 2021 dari Papua. Siapa mereka dan bagaimana perjalanannya di ajang tersebut? Berikut laporan Cenderawasih Pos.

Laporan: Gratianus Silas

Fadhlun Munir Pauspaus dan Yokbet Merauje, dua nama ini mungkin masih terdengar asing di masyarakat. Namun, sejatinya, muda – mudi ini sudah tak asing lagi dunia pariwisata, khususnya di Kota Jayapura.

Kedua anak Papua ini meraih reputasinya di dunia pariwisata melalui ajang Tan Monj Port Numbay 2019 silam. Dengan kemampuan dan prestasi yang menonjol di ajang tersebut, serta pemahaman pariwisata secara luas, baik pariwisata alam, budaya, maupun kuliner, keduanya menantang dirinya untuk berpartisipasi di ajang Putra – Putri Pariwista Nusantara 2021.

Melalui ajang kelas nasional ini, dengan peserta yang datang dari berbagai daerah seluruh Indonesia, baik Yokbet dan Munir menjadi yang pertama mewakili Papua sejak ajang tersebut pertama digelar hingga sekarang. Bahkan, siapa sangka, keduannya langsung mampu meraih gelar Putra – Putri Pariwisata Nusantara 2021 di bidang argrowisata.

Yokbet Merauje, atau yang akrab disapa Yoke, mengisahkan pengalamannya mengikuti ajang kelas nasional tersebut. Kegiatan ini sebenarnya dipusatkan di Jakarta. Namun, apadaya, di tengah pandemi Covid 19 yang belum berakhir saat ini, mulai dari pendaftaran, masa karantina, seleksi, babak final, hingga grand final, semuanya dilakukan secara virtual.

“Banyak tantangan yang diberikan kepada kami. Seperti, social media tourism campaign (kampanye pariwisata melalui media sosial), di mana banyak konten yang kami buat berkaitan dengan pariwisata secara luas, baik destinasi wisata, seperti pantai, wisata budaya, hingga wisata kuliner,”  ungkap Yoke.

Tidak hanya itu, Yoke mengaku bahwa peserta juga diberikan materi soal photo shoot tourism dan vlog tourism. Yoke menjelaskan bahwa dirinya mengambil vlog tourism dengan topik wisata kuliner dari Kampung Ayapo, Kabupaten Jayapura, yakni Afele, makanan tradisional masyarakat setempat yang terbuat dari sagu, kelapa, dan gula.

Munir tak mau kalah saing. Meskipun berpasangan dan keduanya  sama-sama menjadi wakil dari Papua, namun penilaian juri yang diberikan secara individu. Dalam speech, Munir membawa topic revival of Indonesia tourism (kebangkitan pariwisata Indonesia) di tengah pandemi Covid 19.

“Kami memang dinotis penyelenggara, di mana saya mendapat penilain dari speech dalam topik revival of Indonesia tourism dan Kaka Yoke meraih gelar attribute best presentation untuk materi yang Ia bawakan. Inilah yang membawa kami berdua, dari kategori yang berbeda, yakni kategori putra dan putri, bersama-sama masuk babak top 10,” kata Munir.

Di setiap tantangan yang diberikan, dibandingkan peserta lainnya, keduanya menjadi pasangan yang selalu menyelesaikan tantangan-tantangan itu secara cepat, jauh sebelum deadline yang diberikan. Inilah yang dirasa sebagai nilai tambah bagi keduanya menyelesaikan tantangan demi tantangan.

“Jadi, setelah masuk top 10, kami disaring kembali untuk bisa lolos ke top 5. Syukurlah, kami berhasil masuk top 5 kompetisi nasional tersebut. Di babak top 5, kami masih harus diseleksi lagi untuk mendapat ranking Putra – Putri  Pariwisata Nusantara 2021 melalui pertanyaan dari para juri dan photoshoot,” paparnya.

“Grand final kami ikuti di Hotel Horison Abepura secara virtual. Kami diminta mengenakan setelan evening gown and suit yang dipadukan dengan nilai kebudayaan dan tradisional Papua. Alhasil, Kaka Yoke mengenakan ikat kepala khas Papua dengan ornamen kulit kerang, sedangkan saya mengenakan ikat kepala khas dari Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen,” sambungnya.

Dengan menjawab secara lancar, Yoke dan Munir kawin gelar. Meskipun beda kategori dan dinilai secara individu, keduanya secara bersamaan berhasil meraih runner up 3 Putra – Putri Pariwisata Nusantara 2021 dengan menyandang gelar Putra – Putri Agrowisata Nusantara 2021.

“Agrowisata ini berkaitan dengan pertanian dan perkebunan. Kita berpikir bagaimana mengangkat sektor pertanian dan perkebunan dari perspektif tourism. Misalnya Merauke sebagai salah satu lumbung penghasil padi terbesar di Indonesia,” jelas Yoke dan Munir saling menambahkan.

Oleh karenanya, baik Yoke maupun Munir juga meminta dukungan dari pemerintah secara umumnya. Keduanya merupakan Duta Agrowisata Nusantara, serta pula Duta Pariwisata secara nasional. Dalam menjalankan tugasnya, mereka memulai dari Papua.

“Kami berkomunikasi dengan pemerintah untuk memfasilitasi kami untuk melihat daerah-daerah yang memiliki potensi di sektor agrowisata.  Kami tidak lupa bahwa kami juga berkaitan dengan pariwisata secara umumnya, sehingga secara spesifik kami mengangkat pariwisata secara umum, dan secara spesifik mengangkat agrowisata di Indonesia, di mana kami mulai dari Papua,” pungkas mereka.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *