Pemerintah Tek Serius Selesaikan Pelanggaran HAM

Latifah Anum Siregar ( FOTO: Noel/Cepos)

Pemda Diminta Ikut Berperan Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM di Daerahnya

JAYAPURA – Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua atau AlDP, Latifah Anum Siregar mengatakan pemerintah harus serius melihat persoalan di Papua  yang sangat kompleks, dan setiap tahun itu menjadi semakin rumit.

“Dalam konteks penyelesaian masalah pelanggaran HAM harus fokus,  menyelesaikan secara hukum jangan mengkaitkan dengan politik,”katanya di Waena, Minggu, (28/3).

Bahkan ia mengatakan jika pelanggaran HAM dikaitkan dengan masalah politik di Papua hal tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah pusat tidak memiliki fokus untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua.  “Jika pemerintah menarik persoalan pelanggaran HAM dengan politik itu sama saja pemerintah tidak punya niat menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua,” jelas Anum Siregar.

Dia juga meminta agar pemerintah dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua tidak menggunakan cara cara pandang stigma dan diskriminasi.

“Harus ada semacam mediasi atau dialog,  atau istilahnya dalam resolusi konflik, jadi harus ada pihak-pihak yang mengambil kesediaan dan tanggung jawab dari kedua belah pihak yang berkonflik untuk merekonstruksi kembali konflik di Papua,”katanya.

Lanjutnya ia mengatakan pemerintah harus serius menyelesaikan kasus pelanggaran HAM yang sudah ada di depan mata seperti kasus Wasior, Wamena, dan Paniai berdarah.

” Tiga kasus ini menjadi tolok ukur bagaimana pemerintah memiliki komitmen atau tidak menyelesaikan persoalan ini tidak melihat dari konteks politik tapi kasus pelanggaran HAM, dan saya sebagai pengacara mendorong hal ini harus diselesaikan,” tandasnya.

Siregar juga meminta kepada pemerintah provinsi Papua dan juga kabupaten kota dapat mengambil peran dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Papua.

“Pemerintah daerah harus bisa menyelesaikan persoalan konflik di Papua dengan bersama-sama  tidak hanya di provinsi, tapi juga di kabupaten-kabupaten,  dengan melihat konflik yang ada daerah,”katanya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *