Demi PSU, Sekretaris KPU dan Kadisdukcapil DimintaDiganti

Yance Mote SH ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA-Guna memaksimalkan Pilkada Ulang di Nabire, Partai Golkar mengusulkan agar Sekretaris KPU Nabire dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil diganti dengan orang yang kompeten.

“Sebab tidak sinkronnya DPT dengan jumlah penduduk antara Dukcapil dan Operator KPU membuat pilkada diulang,” ujar Wakil Sekretaris Partai Golkar Papua Yance Mote, SH kepada Cenderawasih Pos, Minggu, (28/3).

  Yance mengatakan hal ini fatal dan jelas merugikan keuangan negara dan hak politik dan konstitusi. Ia juga mengatakan, Partai Golkar meminta kesalahan tidak sinkronnya daftar pemilih tetap (DPT) antara data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan jumlah penduduk yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nabire mengakibatkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 lalu, terpaksa diulang, tersebut jangan sampai terulang lagi.

   Namun begitu, Yance Mote menegaskan agar daerah yang menyelenggarakan Pilkada tidak boleh sembarangan mengganti pejabatnya seenaknya. “ harus mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 821/970/SJ tentang Penggantian Pejabat oleh Pj/Plt/Pjs Kepala Daerah yang Menyelenggarakan Pilkada Serentak,” terang Yance.

  Yance menambahkan, seorang Pejabat sementara (Pjs) Bupati dapat melakukan penggantian pejabat dengan ketentuan-ketentuan tertentu dan harus mengajukan permohonan kepada Menteri Dalam Negeri berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 273/487/SJ Tahun 2020 tentang Penegasan dan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.(oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *