Program Padat Karya Diperbanyak

Jokowi saat membuka Munas V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di Istana Negara kemarin

Bupati Harus Dorong UMKM dan Investasi di Daerah

JAKARTA, Jawa Pos – Program padat karya tunai dinilai dapat memulihkan daya beli masyarakat sekaligus mengungkit ekonomi di tingkat daerah selama masa pandemic. Melihat potensi ini, Presiden Joko Widodo kemarin (26/3) mengintruksikan agar program padat karya diperbanyak. Sleain itu, investasi di daerah juga diminta digenjot.

”Rakyat sekarang ini butuh pekerjaan dan pendapatan,” ujar Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Istana Negara kemarin.

Menurutnya, pemerintah daerah juga harus merespons cepat kebutuhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak terdampak akibat pandemi ini. Meski bantuan bagi para pelaku UMKM telah diguyurkan oleh pemerintah pusat. Apabila anggaran daerah memungkinkan, maka pemerintah daerah dapat ikut membantu meringankan.

Kepala Negara juga mengingatkan agar proyek-proyek yang dijalankan pemerintah baik pusat maupun daerah harus menggunakan produk-produk lokal. Di masa pandemi, belanja pemerintah menjadi salah satu katalis bergeraknya perekonomian.

Sehingga apabila pembelanjaan dilakukan kepada para produsen lokal, maka sektor produksi lokal juga akan ikut terungkit naik. ”Jangan sekali-kali untuk proyek pemerintah membeli produk luar. Untuk apa? Biar ada demand, biar ada konsumsi,” bebernya.

Selain itu, kegiatan ekspor dan investasi di daerah, juga akan sangat membantu pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi. Dengan adanya peningkatan ekspor dan investasi yang masuk, lapangan pekerjaan juga akan semakin terbuka lebar. Jokowi meminta para bupati harus dapat memanfaatkan peluang tersebut. ”Kalau ada pabrik yang ekspor (atau) UKM yang ekspor, tolong ini didorong,” katanya. Jokowi menambahkan kalau ada investasi yang datang di kabupaten Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta untuk dilayani.

Jokowi mengingatkan upaya pemulihan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan upaya penanganan pandemi Covid-19. ”Tapi sekali lagi, gas dan remnya harus diatur. Kalau buka pasar, Covid naik, hati-hati, setop dulu,” katanya. Untuk itu Jokowi minta agar tidak tergesa-gesa. Harus dibuka persektor.  (lyn/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *