Tetap Minta RUU Pemilu Dimasukkan

Ketua Baleg Supartman Andi Agtas membacakan laporannya pada rapat Paripurna di kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (23/3/2021). Paripurna mengagendakan pengambilan keputusan laporan Badan Legislasi DPR RI mengenai Penetapan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 202. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JAKARTA, Jawa Pos – DPR akhirnya mengesahkan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021 dalam rapat paripurna, Selasa kemarin (23/3). RUU Pemilu secara resmi dikeluarkan. Namun, Fraksi Partai Demokrat tetap meminta RUU itu dimasukkan.

Sebelum disahkan, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas menyampaikan laporan penyusunan prolegnas. Menurut dia, fraksi di DPR, pemerintah, dan DPD sudah menyepakati daftar prolegnas. Ada 33 RUU yang diputuskan masuk. ”Beberapa fraksi memberi persetujuan dengan catatan,” terang dia di depan pimpinan dan anggota DPR yang hadir secara fisik di gedung parlemen.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat meminta persetujuan kepada anggota yang hadir. Para anggota menyetujui disahkannya prolegnas tersebut. Palu tanda pengesahan pun diketok. Menurut Dasco, RUU yang masuk prolegnas akan diproses sesuai dengan aturan yang ada.

Namun, tidak semua fraksi menerima sepenuhnya keputusan tersebut. Fraksi Partai Demokrat, misalnya, tetap meminta revisi UU Pemilu dimasukkan dalam prolegnas prioritas.

Anggota Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan menuturkan, DPR harus bisa memilah dan memilih pembahasan RUU yang penting dan bersentuhan dengan masyarakat. Menurut dia, RUU Pemilu penting untuk dibahas karena akan menentukan pelaksanaan pesta demokrasi pada 2024. ”Jadi, RUU Pemilu penting dimasukkan ke prolegnas,” tegasnya. (lum/c14/bay/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *