Prokes ke Masjid Harus Ketat, Soal Bukber Masih Akan Dirapatkan

Kakemenag Kota Jayapura Dr H. Abdul Hafid Yusuf menjadi relawan pertama dalam pemberian vaksinasi Covid-19 Kota Jayapura di halaman parkir main hall Kantor Wali Kota Jayapura, (16/1)lalu. ( FOTO:Priyadi/Cepos)

Kemenag Kota Jayapura Dalam Melaksanakan Salat Tarawih di Masa Pandemi Covid-19

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., telah memberikan kebijakan umat muslim Bulan Depan bisa menjalankan salat tarawih secara berjamaah di masjid dan musala namun tetap menerapkan Prokes secara ketat. Lalu Bagaimana pendapat Kakemenag Kota Jayapura dan apakah bisa dilaksanakan buka puasa bersama (Bukber) yang rawan menciptakan kerumunan?

Laporan: Priyadi

Kabar gembira bagi umat muslim di Kota Jayapura, jika di tahun 2020 lalu tidak diperkenankan melaksanakan salat tarawih secara berjamaah di masjid atau musala, akibat pandemi Covid-19. Namun di tahun ini di bulan April nanti, pelaksanaan salat tarawih berjamaah sudah bisa diizinkan, yang penting jamaah yang mau salat tarawih secara berjamaah.

Dari kebijakan yang telah diambil Wali Kota Jayapura, sangat disambut baik oleh Kepala Kementerian Agama Kota Jayapura Dr Abdul Hafid Jusuf karena ini suatu kado istimewa bagi umat muslim yang selama ini menjadi kerinduan setiap bulan puasa pasti dilakukan dengan salat tarawih secara berjamaah karena ini sudah satu paket.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya keputusan Wali Kota Jayapura atas pelaksanaan salat tarawih berjamaah di bulan suci Ramadan 1442 H/2021 M meskipun masih berada dalam masa pandemi Covid 19. Izin pelaksanaan salat tarawih dalam masa pandemi Covid-19 juga memberikan kekuatan moral dan spiritual bagi umat Islam di Kota Jayapura dalam beribadah dengan khusyu’ memohon ampun kepada Tuhan agar pandemi covid 19 ini segera berakhir di Kota Jayapura,’’katanya,Senin (22/3)kemarin.

Diakui, pelaksanaan salat tarawih tahun 2021 tidak  seperti biasa, tapi pelaksanaan salat tarawih dengan wajib mematuhi protokol kesehatan ketat,  seperti pengukur suhu badan oleh petugas khusus masjid/mushola, mencuci tangan dengan memakai sabun dan air yg mengalir,  memakai masker, dan mengatur jarak shaf dalam masjid dan ini dilakukan sebagai upaya bersama menjaga jamaah masjid/musala dapat melaksanakan salat dengan khusyu dan juga tidak beresiko tertular

Covid-19 di masjid/musala.

  ‘’Penerapan protokol Kesehatan ketat di rumah ibadah penting dilakukan dalam menjaga keselamatan jamaah/umat atas resiko tertular Covid-19,’’jelasnya.

Kakemenag Kota juga memesan kepada pengurus masjid/musala wajib memasang maklumat protokol kesehatan di masjid/musla yang dapat dilihat oleh jamaah masjid/musala, sehingga dihimbau kepada seluruh pengurus masjid/ musala agar tetap patuh dan taat dalam melaksanakan himbauan pemerintah Kota Jayapura agar keselamatan jamaah/ umat dalam  beribadah dapat terlaksana dengan baik.

Selain itu, bahwa imbauan pemerintah kota untuk penerapan protokol kesehatan wajib bagi umat muslim laksanakan baik untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat,  harapannya adalah bahwa pelaksanaan salat tarawih dilaksanakan dan jamaah disiplin, taat dan patuh dalam penerapan   protokol kesehatan sehingga kita semua terhindar dari tertular covid 19 yang berarti kita satu hati tingkatkan iman,  jaga imun kotaku aman,  sesuai HUT kota Jayapura ke 111 tahun 2021.

Sementara itu, untuk pelaksanaan buka puasa bersama  nantiKakemenag akan tunggu hasil rapat dengan forkopimda termasukdidalamnya safari ramadan wali kota.  Yang terpenting sekarang adalah pelaksanaan salat tarawih di bulan suci ramadan sudah bisa dilaksanakan. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *