Tak Ada Japre, Kapolsek Minta Ini ke Penjual Miras

Kapolsek Japsel, AKP Yosias Pugu didampingi mengecek surat perijinan penjualan minuman keras milik pelaku usaha diakhir pertemuan di aula Polsek Japsel, Senin (2/3). ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Aktivitas penjualan miras berkode “ada sayang ada” yang beroperasi di sepanjang Jalan Kelapa II Entrop, rupanya membuat gerah anggota Polsek Jayapura Selatan.
Ini ditindaklanjuti dengan mengumpulkan para penjual miras yang mengantongi izin, Senin (22/3). “Saya sengaja kumpulkan para penjual miras ini karena selama ini banyak yang berjualan dan bukan di toko resmi,” kata Kapolsek Japsel, AKP Yosias Pugu, Senin (22/3).
Ia juga memastikan tak ada japre (jatah preman) dari eksistensinya para penjual miras “ada sayang ada” yang dikakukan anggotanya. “Silakan teman-teman menanyakan langsung ke penjualnya apakah kami di Japsel ini ada minta – minta ke mereka ka,” ucap Pugu.
Namun Pugu mengaku tetap mengajukan permintaan terutama terkait lebih selektif melepas botol miras ke pembeli. Jika ada yang membeli dalam jumlah banyak maka bisa dicurigai miras tersebut akan dijual kembali. “Ini maksud kami mengumpulkan penjual miras itu. Jangan karena cari keuntungan akhirnya menjual begitu saja padahal barang tersebut dijual lagi di luar jadwal dan sudah pasti menyalahi,” imbuhnya.
Beberapa pedagang yang ditemui Ceposonline.com mengaku tidak pernah dimintai jatah preman dari Polsek Japsel namun mereka menyatakan setiap bulan ada saja oknum Polisi yang datang meminta Japre. “Tapi bukan dari Polsek Japsel,” singkat pedagang miras tersebut tanpa mau menyebut identitasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *