Review Target PAD 2021 Dilakukan di Perubahan APBD

Kristian Isir, SE, MM ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Merauke Kristian Isir, SE, M.Si mengungkapkan, bahwa reviuw  atas target Pendapatan Asli  Daerah (PAD) tahun 2021   baru dapat dilakukan di APBD Perubahan nanti.

  “Untuk review target PAD  tersebut baru dapat dilakukan  pada APBD Perubahan. Kalau sekarang  tidak bisa karena sudah ditetapkan,” kata Kristian Isir  kepada  Cenderawasih Pos,  Kamis (18/3).

  Review atas  PAD  tersebut  atas permintaan bupati Merauke  Romanus Mbaraka yang ragu  terhadap target PAD 2021  yang ditetapkan sebesar Rp 171 miliar bisa tercapai. Keraguan  bupati  tersebut dengan pertimbangan masa pandemi saat ini dimana sebagian  sektor usaha yang menjadi sumber penerimaan pendapatan asli daerah belum berjalan secara optimal.   

   Kristian Isir menjelaskan bahwa penetapan target penerimaan  tersebut didasarkan atas target penerimaan dari 15 SKPD lingkup Pemkab Merauke sebagai pemungut PAD  tersebut. “Target  ini ditetapkan berdasarkan analisis dari semua SKPD masing-masing pemungut  yang disampaikan kepada  kami di Bappenda.  Kami di Bappenda hanya sebagai pengumpul. Masing-masing SKPD tersebut memberi target penerimaan sesuai dengan analisis yang  mereka buat  kemudian kita  di Bappenda sebagai pengumpul menetapkan berdasarkan target penerimaan dari masing-masing SKPD tadi,” jelasnya.   

  Kristian  Isir mengaku bahwa target Rp 171  miliar yang ditetapkan  untuk 2021 tersebut sebenarnya terlalu tinggi. Sebab,  untuk target PAD di  2020 yang ditetapkan hanya 158 miliar yang dapat memenuhi target. “Selama saya di Bapenda, khususnya untuk pajak daerah dan retribusi daerah yang diberikan kewenangan kepada Bapenda dan beberapa OPD sebagai pemungut selalu mencapai  target  100-125 persen,” katanya.

   Begitu juga  untuk target penerimaan dari kekayaan daerah memenuhi  target. Namun yang  terkadang  tidak memenuhi  target adalah pendapatan lain-lain yang sah termasuk  sumbangan pihak ketiga,  denda, deposito di perbankan, giro, MPTGR. “Itulah yang  menjadi kendala bagi kami.Apalagi di masa Covid sekarang ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, karena pedapatan pedagang sangat menurun. Apalagi penginapan di hotel sangat menurun,’’ tandasnya.

   Karena itu,  Kristian Isir  sangat   mendukung  dilakukan review atas target PAD 2021 tersebut. Hanya saja tambah dia,  reviuw baru bisa dilakukan di APBD Perubahan 2021 nanti. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *