BPK Temukan Penyalahgunaan Keuangan Rp 400 Juta

Mayer M.C. Suebu (Foto:Robert Mboik Cepos)

Dinas Pendidikan Sudah Setor Kembali Rp 400 juta

SENTANI- Inspektur Kabupaten Jayapura, Mayer MC Suebu mengatakan, dari hasil pemeriksaan internal atau pendahuluan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, Perwakilan Provinsi Papua ditemukan sejumlah kesalahan administrasi hingga temuan penyalahgunaan keuangan di Kabupaten Jayapura.
Mayer Suebu menyebutkan, di Dinas Pendidikan, BPK menemukan anggaran senilai Rp 400 juta yang harus dikembalikan oleh instansi tersebut.
Sehubungan dengan hasil temuan itu, Dinas pendidikan Kabupaten Jayapura sudah mengembalikan hasil audit temuan BPK tersebut.
Diakui, sebagian besar memang sifatnya administrasi, tapi yang di Dinas Pendidikan, mereka sudah melakukan penyetoran kembali Rp 400 juta. Itu terkait dengan pembangunan SMP 1 Sentani.
“Mereka sudah belanja material, tapi dalam perkembangan, ternyata tidak bisa dibangun. BPK kemudian turun periksa dan material sudah beli tapi tidak bisa dikerjakan. Jadi mereka hitung pajak yang sudah dibelanjakan, sisanya diminta untuk setor kembali yakni Rp 400 juta sekian. Mereka sudah setor, mereka sedang proses pelaporannya ke BPK,” jelas Inspektur Mayer Suebu kepada wartawan di Sentani, Selasa (16/3).
Dia mengatakan, terkait hasil audit pendahuluan dari BPK ini, sebenarnya sebagai salah satu langkah persiapan menjelang audit terinci yang nanti akan dilaksanakan pada April. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan itu, ada beberapa catatan tetapi masih bisa diperbaiki.
Selain itu, dari hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan BPK , ada juga temuan yang sifatnya kesalahan administrasi di beberapa lokasi seperti di Balitbang, Kesbangpol.
“Memang dari hasil audit pendahuluan BPK ini ada beberapa instansi di Kabupaten Jayapura yang mengarah kepada adanya temuan. Ada yang sifatnya administrasi,”tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *