Dokumen Kajian Pemekaran Puncak Trikora Ditandatangani

Ketua DPRD Lanny Jaya,  Tanus Kogoya, S.Pd., saat menerima dokumen hasil kajian tim pemekaran Puncak Trikora di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu, (13/3). ( FOTO: Istimewa)

JAYAPURA-Sebagai bentuk dukungan pembentukan daerah otonomi baru Kabupaten Puncak Trikora, ketua DPRD Kabupaten Lanny Jaya, Tanus Kogoya, S.Pd., bersama Bupati Lanny Jaya melakukan penandatanganan dokumen hasil kajian rencana pemekaran Kabupaten Puncak Trikora yang disaksikan ribuan masyarakat dari wilayah tersebut.

Ketua DPRD Papua, Tanus Kogoya, S.Pd., mengatakan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dalam pembentukan daerah otonomi baru pihaknya bersama bupati telah melakukan penandatanganan dokumen hasil kajian pemekaran.

“Hari ini, saya sebagai ketua DPR bersama Bupati Lanny Jaya sudah melakukan penandatanganan dokumen hasil kajian pemekaran Kabupaten Puncak Trikora,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Sabtu, (13/3).

Dia mengatakan sebagai ketua DPRD yang berasal dari daerah pemilihan tiga yang menjadi tempat pemekaran Puncak Trikora tentunya ini menjawab kerinduan dan harapan masyarakat yang sudah lama digumuli.

“Menyaksikan semua kerinduan harapan rakyat khususnya di Dapil 3 daerah Balinga dan Kyawagi, dimana sejak 2005 tim terbentuk untuk membentuk kabupaten ini namun sampai dengan hari ini baru terbukti. Kami masih bekerja, dan sebagai wakil rakyat di daerah ini apapun alasannya kami tetap mendukung penuh perjuangan kabupaten ini. Baik dana maupun juga dalam bentuk yang lainnya,” jelasnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat di daerah Puncak Trikora yang begitu antusias dengan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan cita-cita ini.

“Para tokoh agama, adat, gereja, pemerintah, pemuda, perempuan dan kader intelektual yang telah bekerja sama berjuang sejak lama sampai hari ini, harapan kami mari kita berdoa bersama-sama  kabupaten ini terwujud dalam waktu yang tidak lama. Saya sebagai wakil rakyat, bersama teman-teman akan tetap memperjuangkan ini. Besok rakyat tidak ada lagi yang memberikan sumbangan-sumbangan, kami DPR akan memperjuangkan dan mempertahakan ini sampai selesai,” tegasnya.

Tanus Kogoya mengatakan, para intelektual ataupun senior diharapkan tidak berkomentar sembarang di media sosial. Karena masyarakat saat ini sangat membutuhkan perhatian pembangunan dan kehadiran kabupaten ini tentu akan menjawab itu semua secara bertahap.

“Saya minta kepada siapapun tidak ada yang bicara banyak di media sosial. Karena ini kebutuhan masyarakat dalam pembangunan. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Cukup sampai di sini kerja orang tua kita, sekarang kami DPR yang akan dukung penuh,” pungkasnya.

Mewakili Tim Pemekaran, Sekretaris Tim Pemekaran Puncak Trikora, Darwi Kiwo  menyampaikan  terima kasih kepada bupati dan ketua DPR Lanny Jaya  yang telah menjawab pergumulan masyarakat di wilayah Dapil 3 untuk membangun Kabupaten Puncak Trikora.

“Awalnya orang menilai kami hanya sekelompok orang untuk membentuk satu kabupaten. Tapi hari  ini di tempat terbuka, yang disaksikan ribuan masyarakat, telah ditandatangani dokumen kajian, oleh ketua DPRD dan Bupati Lanny Jaya. Kami sampaikan terima kasih kepada Bupati Lanny Jaya dan Ketua DPRD Lanny Jaya,” tambahnya. (oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *