Swab Antigen Tak Berlaku, Tetap Pakai Rapid Test Antibodi

Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi (Foto:Denny/Cepos)

WAMENA – Tim Gugus tugas percepatan penanganan Covid -19 Jayawijaya memastikan tetap akan mempertahankan pengggunaan Rapid test Antibodi untuk masuk dan keluar dari Jayawijaya guna melindungi semua masyarakat. Hal ini dilakukan sesuai dengan hasil rapat dengan Gubernur Papua yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk menjaga wilayahnya masing -masing.
“Sesuai hasil rapat kita dengan provinsi, kewenangan menjaga wilayah diserahkan kepada Bupati /Walikota, sehingg kita di Jayawijaya tetap menggunakan rapid antibodi seperti kemarin,”ungkap Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi, Jumat (12/3).
Menurut Bupati, menggunakan Swab Antigen mungkin kurang akurat, sebab orang yang positif saja bisa dikatakan non reaktif jika nilai atau Cycle Treshold (CT) Volue-nya di atas 30. Ia mengaku memiliki bukti sehingga tidak bisa menerapkan rapid tes antigen dan tetap menggunakan rapid tes antibodi bagi warga yang masuk dan keluar.
“Kita punya bukti tentang kelemahan swab Antigen, sehingga tidak bisa kita terapkan bagi warga yang keluar maupun masuk ke Jayawijaya , kita pastikan tetap menggunakan rapid tes antibody.”jelasnya.
Jhon Banua yang juga menjabat sebagai Bupati Jayawijaya juga mengaku jika temuan kasus itu ada warga yang masih positif tetapi dalam pemeriksaan swab antigen dinyatakan non reaktif ini terjadi di dari Bandara Sentani Jayapura dengan tujuan Jakarta.
“Orang itu masih positif CTnya diatas 30, namun karena mau pulang dia pergi melakukan pemeriksaan swab antigen hasilnya negatif, sekarang mau ditahan tak bisa karena hasil pemeriksaan antigen non Reaktif sedangkan aturan bandara menggunakan antigen.”katanya.
Ia menambahkan jika ini adalah pengalaman dan ia tahu sendiri, dan ini tidak terjadi pada satu orang tetapi sudah beberapa orang seperti itu, sehingga untuk jayawijaya tetap bertahan dengan menggunakan rapid tes Antibodi.
“Kami sedang berupaya menurunkan tingkat penularan Covid -19, kami tidak mau kecolongan dengan mengganti -ganti aturan, ini juga akan menyulitkan warga kita jika ingin keluar atau maksud ke Jayawijaya,”tambahnya. (jo/tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *