Kaget Bisa Terkumpul 400 Botol, Apalagi Ada Orang Habis Minum Cek Sandal yang Tertinggal

Gerakan grebek sampah 20 menit yang dilakukan mahasiswa Poltekkes Jayapura di bawah Jembatan Youtefa berhasil mengumpulkan 400 botol minuman keras pada Jumat (12/3). Selain mengumpulkan sampah, mahasiswa juga melakukan kampanye lingkungan menggunakan papan edukasi. (Andre For Cepos)

Gerakan 20 Menit Kolaborasi Mahasiswa Poltekkes Dalam Grebek Jembatan Youtefa

Kaget Bisa Terkumpul 400 Botol, Apalagi Ada Orang Habis Minum Cek Sandal yang Tertinggal
Jembatan Youtefa menjadi satu icon kebanggaan warga Kota Jayapura. Sayangnya ini tak dibarengi dengan perilaku sebagian masyarakatnya yang peduli. Contoh kecil dari kegiatan 20 menit Poltekkes Jayapura.

Laporan: Abdel Gamel Naser

Tak membutuhkan waktu lama untuk berkoordinasi, tim dari Poltekkes Jayapura dengan status mahasiswa/i jurusan gizi langsung bergerak menuju Jembatan Youtefa yang menjadi lokasi grebek sampah. Mungkin menjadi hal baru bagi mahasiswa Poltekkes khususnya jurusan gizi karena jika selama ini bersentuhan dengan nutrisi, mengkaji kandungan vitamin, protein dan lainnya yang notabene bersih dan higienis namun kali ini justru bersentuhan langsung dengan sampah.
Bukan sampah baru melainkan yang sudah berbulan – bulan terbuang dan menumpuk dan berbau. Sampah yang tidak diketahui milik siapa namun justru dibersihkan oleh mereka yang juga tak tahu apa – apa. Kegiatan ini dipimpin oleh salah satu dosen pengampu mata kuliah sosiologi dan antropologi, Frits Ramandey yang memilih berkolaborasi dengan kelompok penggiat lingkungan, Rumah Bakau Jayapura yang dianggap cukup eksis untuk isu – isu lingkungan di Kota Jayapura. Frits menyebut bahwa ia sengaja mengajak puluhan mahasiswanya untuk melakukan studi lapangan dan mereka ingin melihat kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang bersih kemudian dikaitkan dengan gizi.
“Saya ingin mahasiswa jurusan gizi ini melakukan pengamatan terhadap perilaku masyarakat dalam mendukung lingkungan yang baik dan sehat. Dari perilaku yang mereka temukan di lapangan kira – kira apa yang bisa mereka simpulkan, rumuskan dan catatan yang direkomendasikan,” kata Frits usai kegiatan, Jumat (12/3). Hanya kegiatan grebek ini dikonsep hanya 20 menit. Frits nampaknya ingin melihat bahwa dengan waktu yang tidak terlalu lama apa yang bisa dihasilkan oleh mahasiswanya. Ia sendiri kaget karena meski hanya 20 menit ternyata mereka berhasil mengumpulkan 400 botol minuman keras berbagai merk yang dibuang atau ditinggal begitu saja oleh para peminumnya.
“Selama ini saya hanya melihat postingan – postingan kegiatan dan sekarang kami bisa memungut langsung dan memang kami agak kaget karena jumlahnya banyak sekali padahal ini baru dua blok di bawah jembatan dan kalau kami teruskan pasti jumlahnya jauh lebih banyak,” bebernya. Frits sendiri sempat geleng – geleng kepala dan tidak menyangka jika selama ini Jembatan Youtefa yang terlihat cantik dari luar ternyata di bawahnya banyak yang mabuk – mabuk.
“Di lokasi ini juga ada tulisan dilarang minum minuman keras atau pesta miras tapi dengan kondisi ril di lapangan saya pikir ini terbantahkan. Tulisan himbauan itu tidak memiliki pengaruh apa – apa,” jelasnya. Dari kegiatan ini ternyata ada juga hal – hal atau cerita menariknya. Ini terkait disaat dilakukan pembersihan sampah tiba – tiba ada seorang pria yang datang dengan wajah kebingungan. Ia nampaknya sedang mencari sesuatu dan ternyata benar adanya. Pria ini datang dengan buru – buru dan kebingungan karena mencari sendalnya yang tertinggal saat malam.
“Tadi pria itu sempat tanya kepada teman – teman apakah ada yang melihat sendalnya. Jadi rupanya selama pria ini sempat minum – minum di lokasi ini dan sendalnya tertinggal. Setelah sadar barulah ia datang mencari,” kata Ronni salah satu anggota Rumah Bakau Jayapura. Ini menurutnya lucu karena saat mabuk semua terlihat kacau dan setelah sadar barulah bingung jika ada barang yang tertinggal. “Tapi sepertinya ia tidak menemukan sandalnya, ha.ha..,” seloroh Ronni. Hanya disini dari penggiat lingkungan juga memberi saran masukan agar dalam kegiatan serupa peserta giat bisa menggunakan karung dimana isinya bisa dituang dalam boks sampah dan karungnya digunakan lagi.
“Ia kami perhatikan adik – adik mahasiswa ini baru pertama kali ikut dalam kegiatan bersih – bersih sampah makanya mereka kaget dengan hasil yang didapat apalagi dengan waktu hanya 20 menit. Tapi ke depan kami sarankan tidak gunakan plastik kresek karena justru akan menimbulkan sampah baru padahal tujuannya adalah membersihkan sampah, tapi bisa melahirkan sampah lagi. Namuns secara antusias saya pikir mereka keren,” beber Theresia, salah satu koordinator Rumah Bakau Jayapura. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *