Pesta Miras, Tiga Mahasiswa asal Mimika Tewas

BERIKAN PENJELASAN: Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat menjelaskan kronologi pesta miras yang menewaskan tiga mahasiswa asal Papua. ( FOTO: DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Empat Orang Lainnya Kritis

SALATIGA, Radar Semarang –Minuman keras (miras) oplosan menelan korban jiwa. Tiga mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga tewas setelah menggelar pesta miras di rumah kontrakan mahasiswa Papua di Kampung Kemiri No 50 B RT 08 RW 09, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Selasa (9/3) lalu.

Ketiga korban adalah Ovini Wakerkwa, 21; Rudolf Carlos Kalanangame, 24, dan Marfino M Sipka, 23. Ketiganya berasal dari Jalan Lanisajari RT 005 RW 000, Desa Minabua, Kecamatan, Mimika Baru, Mimika, Papua.

Ketiganya tercatat sebagai mahasiswa UKSW dari Fiskom, Sosiologi, serta Fakultas Bahasa dan Seni. Korban meninggal dalam waktu yang berbeda dengan gejala yang sama. Yakni, gangguan pengelihatan, kejang-kejang, serta kehilangan kesadaran. Diduga ketiganya keracunan miras oplosan.

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat menjelaskan, mahasiswa yang kali pertama meninggal adalah Ovini, kuliah di Fiskom. Ia merasa lemas dan dada serasa terbakar. Ovini kemudian dilarikan ke RSUD Salatiga pada Rabu (10/3) siang. “Namun sekitar pukul 23.00 korban meninggal” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Rahmad mengatakan, korban meninggal karena kehilangan kesadaran sehingga mengalami kesulitan bernapas. “Untuk korban ini, Jumat pagi tadi (12/3) sudah diterbangkan ke Papua, guna dimakamkan di tempat asalnya,” katanya.

Korban kedua, Rudolf Carlos Kalanangame. Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni ini meninggal pada Kamis (11/3) pukul 14.35 di RSUD Salatiga. “Gejalanya sama,” ujarnya.

Dikatakan, kedua korban awalnya dilaporkan meninggal karena sakit. Namun karena ada rentetan kejadian, akhirnya polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mendapat informasi Selasa (9/3) lalu, korban bersama rekan-rekannya yang berjumlah tujuh orang berpesta miras oplosan di rumah kontrakan mahasiswa Papua di Kampung Kemiri. “Miras yang diminum aneka merek,” katanya.

Saat masih melakukan penyelidikan itu, polisi kembali mendapat laporan seorang lagi peserta pesta miras oplosan meninggal. Korban ketiga adalah Marfino M Sipka, yang kuliah Fiskom. Dia meninggal Jumat (12/3) di RS Puri Asih Salatiga. “Untuk dua korban terakhir saat ini sedang dalam proses pemulangan,” tambahnya.

Hingga kemarin, masih ada empat mahasiswa lainnya masih dirawat intensif di RS Elisabeth Semarang. Namun kondisi kesehatan keempatnya sudah stabil.

Rahmad mengatakan, dari kejadian ini diamankan seorang penjual miras aneka merek luar negeri. Meski tidak menyebut identitas dan TKP penjualan, namun dijelaskan bahwa lokasinya tidak jauh dari Mal Ramayana Salatiga.

“Saat ini masih dalam penyidikan. Untuk statusnya, bisa menjadi tersangka. Bisa karena kelalaiannya menyebabkan hilangnya nyawa seseorang,” paparnya.

Selain mengamankan penjual miras, polisi juga menyita 16 botol miras kosong aneka merek, salah satunya merek Captain Morgan. Selain itu juga ada belasan botol yang masih tersegel.

Pembantu Rektor III UKSW Andeka Rocky Tanaamah merasa prihatin dengan kejadian itu. “Kami sudah berulang kali mengingatkan bahwa miras adalah jalan menuju kegagalan, baik secara studi maupun kejadian lain yang lebih fatal,” katanya. (sas/aro/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *