Pesawat Disandera di Puncak, Pilotnya Sempat Ditodong Senjata.

Pesawat jenis Pilatus PC-6 S1-9364 dengan nomor registrasi PK-BVY milik Susi Air saat melakukan aktivitas bongkar muat di salah satu lapangan terbang di Kabupaten Yahukimo beberapa waktu yang lalu. Pesawat ini, Jumat (12/3), sempat disandera KSB saat melayani penerbangan di lapangan terbang Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Jumat (12/3). ( FOTO: Kodam XVII/Cenderawasih for Cepos)

Pesawat Susi Air (ist)

Pilot dan 3 Penumpang Selamat

JAYAPURA- Sekelompok orang dikabarkan melakukan teror dengan menyandera pesawat  PT. Asi Pudjiastuti Aviation (Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY) di Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua pada Jumat (12/3).

Pilot pesawat, Capt. Ian John Terrence Hellyer yang berkewarga negaraan Selandia Baru mengungkapkan, dirinya dan tiga penumpang warga  sempat disandera oleh sekitar 30 orang KSB selama 2 jam di Lapangan Terbang Wangbe, Kab Puncak sekira pukul 06.20 WIT. Adapun ketiga warga tersebut bernama Ricky Dolame, Arikala Dolame dan Arike Wandikbo.

Dari keterangan Pilot, dua diantara puluhan KSB membawa senjata laras panjang. Beruntung selama disandera 2 jam, pilot dan tiga penumpang tidak mengalami tindak kekerasan, walaupun merasa khawatir akan keselamatannya karena sempat ditodong senjata.

Dikatakan Pilot, KSB sempat mengancam agar pesawat maskapai Susi Air dilarang membawa penumpang aparat TNI/Polri. Selain itu, KSB juga menyampaikan kekecewaannya dengan Kepala Kampung karena tidak memberikan dana desa.

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa membenarkan kejadian tersebut. “Kami telah mendapat laporan informasi adanya penyanderaan pesawat selama 2 jam di Lapangan Terbang Wangbe, Kabupaten Puncak,” ucap Kapen Sabtu (13/3) sebagaimana rilis yang didapat Cenderawasih Pos.

Lanjutnya, penyanderaan berakhir setelah   negosiasi antara penumpang dengan pihak KSB dan sekitar pukul 08.36 WIT Pesawat Susi Air PK BVY take off menuju Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika dan mendarat dengan aman.

“Meskipun tidak terjadi korban, namun kejadian ini menunjukkan aksi teror KSB di wilayah Papua, termasuk teror terhadap aktivitas penerbangan sipil. Kami selalu berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian,” kata Kapen.

Adapun lapangan terbang Wangbe di Kabupaten Puncak berjarak 43 km dari Sinak atau 48 km dari Sugapa, belum terdapat jaringan telepon dan internet.

Sementara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan sebagaimana keterangan dari pilot bahwa 30 orang KKB wilayah Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak terlihat membawa dua pucuk senjata laras panjang.

Pada saat mendarat Pesawat Susi Air PK BVY tidak diperbolehkan kembali ke Timika dan ditahan selama dua jam, kemudian dinegoisasi oleh salah satu penumpang kemudian bisa kembali ke Timika.

“Selama ditahan pilot sempat ditodong dengan menggunakan senjata oleh Kelompok KKB tersebut. Saat ini kondisi pilot sehat dan tidak mendapatkan penganiayaan serta barang barang tidak dirampas,” kata Kamal. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *