Gempa 5,6 SR Guncang Wamena, Tiga Honai Perempuan Miring

HONAI MIRING: Seorang warga menunjuk salah satu honai perempuan di kampung Kilimasom, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya yang miring akibat gempa berkekuatan 5,6 SR, Jumat (12/3) pagi. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Warga Kabupaten Jayawijaya, Jumat (12/3) pagi sekira pukul  10.15 WIT dikejutkan dengan guncangan gempa berkekuatan 5,6 SR. Meskipun guncangan yang dirasakan tidak terlalu lama sekira 10 detik, namun dua kali guncangan secara beruntun membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Dari penelusuran yang dilakukan Cenderawasih Pos pasca gempa, tidak ditemukan adanya keruskan di dalam kota Wamena. Namun ada 3 honai perempuan di Kampung Kilimasom, Distrik Wesaput yang miring akibat getaran gempa.

Miringnya tiga honai ini tidak terlepas dari kondisi tanah di sekitar honai yang beberapa hari lalu terendam banjir. Dengan kondisi tanah yang baru saja terendam banjir, guncangan gempa kemarin membuat tiga honai tersebut miring.

Kepada Cenderawasih Pos warga mengatakan saat air surut, kondisi honai masih baik dan mereka sudah membersihkan puing-puing kayu yang terbawa arus air. Namun setelah gempa kemarin pagi, honai perempuan yang ada di perkampungan tersebut, miring ke belakang arah sungai Baliem.

Prakirawan BMKG Wamena, I Wayan Gita Gidiharta mengatakan gempa berkekuatan 5,6 SR ini dilaporkan terjadi sekira pukul 10.16 WIT. Pusat gempa menurut Gita Gidiharta di arah tenggara Jayawijaya yang berjarak 70 Km dari Wamena. Tepatnya daerah perbatasan antara Kurima dan Kulimo, Kabupaten Yahukimo.

“Guncangan gempa dirasakan lemah. Dimana berdasarkan peta guncangan gempa (shake map) gempa berintensitas II-III MMI (ringan). Dalam artian kalau berintensitas II-III MMI itu dampaknya tidak menyebabkan kerusakan bangunan itu hanya berdampak pada benda-benda yang terasa bergoyang tapi tidak sampai merusak,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin (12/3).

Menurutnya gempa ini masih kategori rendah, sehingga tidak terlalu terasa dan sangat lemah. “Untuk kedalaman di pusat gempanya yaitu 10 Km, sehingga tidak terlalu berasa dan hanya berlangsung 10 detik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jayawijaya, Ernawati Tappi, SE., M.Si., mengaku belum mendapatkan laporan tentang adanya kerusakan yang dialami oleh warga di Wamena dan sekitarnya akibat gempa. “Kami dari BPBD Jayawijaya belum mendapatkan laporan adanya kerusakan akibat dari gempa yang terjadi pada pagi hari tadi,” tutupnya. (jo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *