Awas Modus Baru Penyelundupan Senjata!

Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan menunjukkan barang bukti berupa spare part senjata rakitan yang berhasil  diamankan dari warga pelintas batas wilayah perbatasan RNI – PNG di Makorem 172/PWY, Jumat (12/3). Barang bukti ini diamankan   dalam  patroli Satgas Pamtas belum lama ini. TNI menduga ada modus baru penyelundupan senjata api. ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Prajurit TNI khususnya yang bertugas sebagai Satgas Pamtas diminta untuk lebih waspada dan memasang mata telinga baik – baik terhadap aktivitas pelintas batas yang menyeberang dari Indonesia ke PNG atau sebaliknya.

Ini menyusul ditemukannya upaya  pengiriman sparepart senjata api oleh beberapa pelintas batas. Diminta lebih awas karena yang dibawa masuk atau dikirim saat ini bukan lagi dalam bentuk senjata utuh melainkan sudah dipreteli.

Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan  bahwa ada modus baru yang diungkap dari upaya pengiriman senjata api  yang kemungkinan akan digunakan oleh  kelompok – kelompok yang berseberangan. “Kami menemukan sparepart 1 pucuk senapan panjang dan spare part senjata laras pendek, lalu ada beberapa pelatuk dan kemungkinan besar mereka sudah memasukkan senjata secara perbagian, sepotong demo sepotong. Dibongkar kemudian  diselundupkan,”kata Izak kepada wartawan usai menggelar pemusnahan barang bukti ganja, iras dan kulit masohi di lapangan Makorem 172/PWY, Jumat (12/3).

Dikatakan, yang berhasil digagalkan diantaranya 281 botol miras berbagai jenis, ganja seberat 2 Kg, 36 pohon ganja siap panen, 141,3 Kg kulit kayu masohi kemudian spare part 1 unit senjata laras pendek, 1 unit senjata latas panjang, 4 buah kamar amunisi, 2 buah per dan 4 buah picu rakitan.

Danrem Izak Pangemanan menyebut semua merupakan hasil operasi Satgas Pamtas RI – PNG jajaran kolakops Korem 172/PWY yakni Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad, Yonif Raider 100/Prajurit Setia dan Yonis 312/Kala Hitam.

“Ada indikasi lain yaitu senjata kelompok yang berseberangan ini sudah rusak dan membutuhkan sparepart kemudian ada yang mencari dan menjual. Tapi tidak lagidibawah utuh melainkan dipreteli untuk mengelabui petugas,” katanya.

Pihaknya bisa menggagalkan karena dari kecurigaan dan saat didekati ternyata melarikan diri sambil membuang spare part tersebut. “Buangan ini kami cari dan berhasil ditemukan,” katanya. Izak menyebut terlihat ada pemasok kepada kelompok – kelompok tersebut dan ini yang harus dicermati. Kami akan berupaya agar tak ada yang lolos,” tegasnya.

Menurutnya ini motif baru  memasukkan senjata di perbatasan. “Analisa kami seperti itu, modus baru,” imbuhnya. Selain upaya pegejaran yang dilakukan, di wilayah perbatasan untuk batalyon 413 di Nafri juga berhasil  menemukan juga 1 pucuk pistol revolver yang selanjutnya pelaku ditahan dan diserahkan kepada pihak kepolisian.

Ada juga ketika dilakukan pembangunan gereja di daerah perbatasan, Kampung Kufu, masyarakat justru menyerahkan 1 pucuk senjata jenis LA kepada petugas. “Semua pelaku kami serahkan ke polisi,” imbuhnya.

Terkait minuman keras dan ganja, Izak melihat bahwa dua barang haram tersebut merupakan produk yang bisa merusak masa depan generasi bangsa. Mungkin saat ini belum nampak namun beberapa tahun ke depan akan terlihat. “Ini guna mendukung upaya yang dilakukan pemerintah saat ini berkaitan dengan perdaran miras dan narkoba. Kami sadari garis batas sangat panjang dan tidak mungkin kami handle semua sehingga membutuhkan kerjasama dan dukungan untuk membantu kami termasuk dari masyarakat,” tutupnya. (ade/nat)

Barang Bukti yang Dimusnahkan:

1. 281 botol Miras berbagai merk

2. 6 karung kulit  seberat 141,3 Kg

3. 2 Kg Ganja kering

4. 36 pohon ganja

5. Spare part senjata (1 buah laras pendek, 1 buah laras panjang, 4 buah kamar munisi, 2 buah per dan 4 buah picu rakitan

6. 17 butir peluru tajam

7. 5 butir peluru tumpul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *