Tersangka Berafiliasi dengan KKB

Polres Nabire Tetapkan Lima Tersangka Jual Beli Senpi dan Amunisi
JAYAPURA-Satuan Reskrim Polres Nabire telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus dugaan jual beli senjata dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kelima tersangka sebelumnya ditangkap tim gabungan Polri dan TNI di sejumlah lokasi di Nabire pada 22 dan 23 Februari 2021.
Kapolres Nabire AKBP. Kariawan Bagus mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka yang sudah diamankan. “Untuk pelaku lain sedang kami dalami,” ucap Kapolres Kariawan Bagus yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (11/3).
Dijelaskan, asal airsoft gun dan amunisi sedang didalami. Termasuk dengan apakah kemungkinan soft gun tersebut bakal dirakit di Nabire.
“Pelaku yang membawa airsoft gun justru tidak tahu kalau itu senjata asli atau bukan. Sebab dia sebatas diperintahkan untuk mengambil barang,” jelasnya.
Lanjutnya, hingga saat ini belum ada penambahan jumlah pelaku lainnya. Sementara amunisi sendiri sedang dalam pengembangan terutama mengungkap asal amunisi tersebut.
“Para pelaku ini jaringan Makassar. Mereka memiliki beberapa jaringan yang berafiliasi dengan KKB yang ada di Kabupaten Paniai, Intan Jaya dan daerah Puncak. Agar tidak lagi menimbulkan korban, maka jaringan ini harus dicegat,” tegasnya.
Adapun antisipasi agar penyelundupan amunisi dan senjata tak marak lagi, pihaknya sudah melakukan penyekatan, mulai dari pintu masuk untuk pemeriksaan barang melalui jalur darat, udara dan laut. “Kita harap tidak ada lagi jalur masuknya senjata dari luar Papua ke Nabire,” ujarnya.
Sebelumnya, tim gabungan Polri dan TNI menangkap lima orang warga pada tanggal 22 dan 23 Februari 2021 di sejumlah lokasi di Kabupaten Nabire. Kelimanya diduga terlibat dalam penjualan senjata dan amunisi ke KKB.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, Polda Papua tetap mengantisipasi dan waspada titik-titik yang menjadi tempat KKB berada.
“Kita terus waspdai kelompok ini dan anggota selalu kami ingatkan hati-hati di lapangan. Apalagi kelompok ini sistemnya habis tembak lari,” kata Kamal.
Terkait dengan jual beli senjata dan amunisi, Kamal menerangkan di satu sisi pihaknya melakukan upaya penangkapan terhadap para pelaku dan di sisi lain melakukan penyekatan terhadap orang-orang dengan segaja melakukan jual beli senjata.
Adapun jalur masuknya amunisi dan senjata api melalui Filipina dan Ambon. Kemudian amunisi dan senjata diselundupkan melalui Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, lalu ke sejumlah wilayah di Papua seperti Mimika dan Nabire.
Dari tangan para tersangka, barang bukti yang diamankan yakni satu pucuk air softgun jenis revolver, satu pucuk air softgun jenis Makarov, 10 butir amunisi 11-TJ Cal. 7,62 mm untuk senjata V2 Sabara, 12 butir amunisi 5-TJ Cal. 5,56 MM, 6 butir amunisi air softgun revolver, 5 tabung gas Co2 air softgun, 1 kotak amunisi air softgun dan amunisi gotri sebanyak 1 dos. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *