Akan Terus Memaksimalkan Potensi dan Inonasi  Demi Masyarakat

Foto Kota Jayapura, atau dulunya dikenal Hollandia pada tahun 1954, dengan mengambil view APO atau American Post Office. ( FOTO: YUDA MALITALO/FACEBOOK – JAYAPURA TEMPO DULU)

Kota Jayapura Dulu dan Sekarang, Bagaimana Perkembaangannya 

Usia 111 tahun bukanlah usia yang muda lagi bagi Kota Jayapura. Satu abad lebih Kota Jayapura lahir, tentunya memiliki sejarah panjang, hingga kini dipimpin putra asli Port Numbay Benhur Tomi Mano, berikut ulasannya

Laporan: Gratianus Silas

Sejarah mencatat Kota Jayapura sudah beberapa kali berganti nama. Namun, nama pertama Kota Jayapura tak lain adalah Hollandia. Nama ini dicetuskan Kapten Infanteri F.J.P. Sachse dari kerajaan Belanda pada 7 Maret 1910 kala mendapat mandat berdasarkan SK Gubernur Hindia Belanda untuk memimpin satu detasemen di teluk Jayapura atau Hollandia.

Foto Holladia atau Kota Jayapura, tepatnya di Kampung Nafri. Foto ini diambil pada 1950 silam. ( FOTO: YUDA MALITALO/FACEBOOK – JAYAPURA TEMPO DULU)

Kapten Sachse mencetuskan nama Hollandia karena dinilai serupa dengan negeri Belanda atau Holland. Adapun “Hol” dalam “Hollandia” bermakna “lengkung” atau “teluk”, sedangkan “Land” berarti “tanah” atau “tempat.” Demikian, Hollandia bermakna, teluk yang serupa dengan negeri Belanda yang geografinya menunjukkan keadaan berteluk.

Dalam perjalanannya, Hollandia sempat berganti nama beberapa kali, dari Hollandia menjadi Kotabaru, kemudian berganti lagi menjadi Sukarnopura, hingga akhirnya diganti lagi dengan Kota Jayapura dari 1968 hingga saat ini.

Sejak diresmikan sebagai kota administratif pada 14 September 1979 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kala itu,  beberapa sosok telah dipercayakan menjadi wali kota, mulai dari Florens Imbiri, Michael Manufandu (1989 – 1993), R. Roemantyo (1994 – 1999), M.R Kambu (2000 – 2005), dan Wali Kota Jayapura yang memimpin saat ini, Benhur Tomi Mano.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota DR Benhur Tomi Mano saat ini, didampingi Wakil Wali Kota Ir Rustan Saru, berbagai aspek pembangunan menjadi perhatian khusus, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun sosial budaya, ekonomi, lingkungan, serta keamanan, dan ketertiban.

“Inovasi dan potensi daerah terus dikembangkan. Dan dengan melibatkan banyak masyarakat, membuat keharmonisan semua elemen di Kota Jayapura yang semakin kuat. Tak heran jikalau kemudian berbagai penghargaan dari berbagai bidang telah diraih,” terang DR. Benhur Tomi Mano, MM.

Hal ini tak lain menjadi bukti bahwa Wali Kota Mano dan wakilnya Rustan Saru akan terus bekerja, bukan untuk sebuah penghargaan masing-masing, melainkan semata-mata untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Momen HUT ke-111 Kota Jayapura dijadikan Wali Kota Mano dan Wakil Wali Kota Rustan Saru untuk menyelesaikan pekerjaan rumah di berbagai aspek, mulai pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik bagi masyarakat.

“Ada banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan. Yakni apa yang telah digariskan di visi-misi dan program besar, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan pelayanan publik. Untuk pekerjaan fisik, kita fokus yang belum dilaksanakan,” jelasnya.

Termasuk juga penanganan Covid 19, bukan hanya menegakkan Perda 3/2020 tentang protokol kesehatan masyarakat dalam kehidupan adaptasi new normal, melainkan pula juga program vaksinasi yang digalakkan secara nasional.

“Kita akan terus melakukan penanganan Covid 19 di wilayah Kota Jayapura, yakni dengan melakukan program vaksinasi bagi masyarakat pada umumnya. Di Januari – Februari telah dimulai dengan vaksinasi khusus tenaga kesehatan. Di Maret – April ini untuk TNI, Polri, pelayan publik, serta lansia, sampai pada akhirnya vaksinasi bagi masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

Sedangkan untuk pelayanan publik, Wali Kota Mano meminta seluruh jajarannya di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, mulai dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dapat melayani warga kota secara excellent (sangat baik).

“Mari kita kerja lebih excellent dalam melayani masyarakat di Kota Jayapura. Dalam hal ini melayani dengan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, masyarakat merasa bahwa pemerintah itu ada untuk melayani mereka,” tandasnya.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *