Pelayanan Poli Perlu Ditambah, Sarana Prasarana Akan Dilengkapi Pelan-pelan

Warga dari seputaran Koya Barat dan Timur ketika memeriksakan kesehatan di RS Ramela Muara Tami, Senin (8/3) kemarin.(Foto:Priyadi/Cepos)

Melihat Pelayanan RS Ramela Muara Tami Setelah Resmi Beroperasi 4 Bulan Lalu

Pelayanan Poli Perlu Ditambah, Sarana Prasarana Akan Dilengkapi Pelan-pelan
RS Ramela Muara Tami telah diresmikan Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., bulan November 2020 dan dioperasionalkan pada awal Bulan Desember 2020. Lalu bagaimana perkembangan pelayanannya saat ini?

Laporan : Priyadi

Hari Senin (8/3)kemarin, sekira pukul 10.15 WIT Rumah Sakit Ramela Muara Tami yang berada di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami sudah mulai banyak didatangi warga di sana untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terkait sakit yang dikeluhkan, ada yang mengeluh sakit flu, batuk, ISPA dan Malaria. Tempat duduk pasien sudah disiapkan dan diatur dengan baik.
Desi selalu warga Koya Barat saat ditemui Cenderawasih Pos di RS Ramela Muara Tami mengatakan, ia sudah memeriksakan kesehatan di RS Ramela Muara Tami sudah 2 kali ini, ia mengaku pelayanan yang diberikan dokter dan tenaga medis sudah baik karena ditangani dengan cepat, ramah dan untuk stok obatnya juga ada.
Selain itu, menurutnya soal kebersihan juga masih terjaga dengan baik karena memang RS baru dioperasionalkan. Ia berharap untuk poli pemeriksaan kesehatan bisa lebih ditambah lagi, sehingga masyarakat bisa lebih terbantu jika akan memeriksakan kesehatan mereka termasuk fasilitas parkiran kendaraan maupun lainnya juga harus dibuat supaya kendaraan yang diparkir pasien maupun Nakes bisa lebih terlindungi dari panas dan hujan.
Desi juga menjelaskan, pelayanan di RS Ramela Muara Tami memang bagus walaupun di sana juga ada Puskesmas Koya Barat, karena dokternya banyak termasuk tenaga medisnya sehingga dalam memberikan pelayanan juga baik.
Hal senada juga dikatakan pasien lainnya Yohana yang tinggal di Koya Barat, ia juga tidak pertama kali datang ke RS Ramela untuk memeriksakan diri, ia berharap poli pelayanan kesehatan bisa ditambah lagi seperti saat ini ia sedang mengandung dibutuhkan pelayanan poli kandungan sehingga tidak perlu memeriksakan kandungan di Kota Jayapura yang dari segi waktu, tenaga dan biaya lebih besar.
“Pelayanan di RS Ramela Muara Tami sudah bagus, saya harap kedepannya bisa ditambah lagi pelayanan poli pemeriksaan kesehatannya, fasilitas sarana dan prasarananya, jalan bisa di aspal, alat-alat kesehatan juga harus banyak dilengkapi, sehingga masyarakat juga lebih senang dan nyaman lagi dan tentunya akan menjadi nilai tambah bagi RS untuk bisa naik akreditasinya,”ucapnya, kemarin.
Untuk itu, ia berharap karena ini pelayanan kesehatan yang menjadi prioritas Wali Kota Jayapura, maka sebaiknya Pemkot bisa memberikan dana yang maksimal supaya RS Ramela Muara Tami bisa menjadi RS yang benar-benar memberikan pelayanan terbaik untuk peningkatan derajat kesehatan.
Sementara itu, Direktur RS Ramela Muara Tami Dr Niko Barend mengatakan, RS diresmikan mulai tanggal 12 November 2020 sedangkan operasional ruang rawat inap mulai tanggal 2 Desember 2020. Diakui selama 4 sudah operasional saat ini masih menunggu tambahan tempat tidur karena saat ini baru dilayani dengan 10 tempat tidur, dan wali kota bilang untuk penambahan Sarpras maupun fasilitas sambil jalan saja karena kedepannya semua itu perlahan-lahan akan dilengkapi tidak bisa sekaligus, mengingat dana yang dimiliki Pemkot Jayapura harus digunakan juga untuk pembiayaan di program kegiatan lainnya.
“Kita jalan seperti biasa dulu, mudah-mudahan pada bulan Juni atau Juli ini tempat tidur sudah datang lagi, kita bisa mulai full pelayanan tapi untuk pelayanan sekarang untuk warga Koya Distrik Muara Tami sudah banyak,’’katanya.
Dijelaskan, untuk pelayanan poli kesehatan di sana sesuai dengan dokternya seperti ada dokter poli anak, poli bedah, poli penyakit paru, poli dokter gigi dan poli umum. Dan sementara ini masih mencari dokter penyakit dalam dan kebidanan maupun kandungan, tapi poli kebidanan dan kandungan ini harus ada kamar bedah operasi, sehingga tahun ini juga ada dana bisa dijalankan.
Pelayanan di RS sendiri sudah 1×24 jam untuk di pelayanan UGD, jika memang fasilitas dan alatnya tidak ada maka pasien akan dirujuk di rumah sakit di Kota Jayapura yang kosong dan dilakukan komunikasi dengan rumah sakit di Kota Jayapura terutama untuk pasien kebidanan dan penyakit dalam.
Direktur juga menjelaskan, walaupun di sana juga ada Puskesmas Koya Barat namun dalam pemberian pelayanan tidak berbenturan karena di Puskesmas Koya Barat untuk pelayanan rawat inapnya sudah ditutup jadi dialihkan di RS.
“Untuk dokter umum 8 dokter spesial ada 5 karena, memang rumah sakit standarnya ada 50 tempat tidur jadi tipe D dan nanti kalau sudah dibangun lagi di belakang bisa naik tipe C dan B,’’katanya.
Ditambahkan, sejak dioperasionalkan untuk masalah makanan dan minuman Nakes disana bekerja dengan catering karena memang tempat dapur belum ada, sedangkan untuk laundry pihaknya mencuci di rumah sakit yang punya mesin khusus di Kota Jayapura sehingga mudah-mudahan tahun ini semua fasilitas dan Sarprasnya bisa dilengkapi.
Untuk pasien sendiri yang banyak berobat kebanyakan masih penyakit malaria, Ispa, batuk, pilek, dan beberapa penyakit lainnya sedangkan untuk obatnya juga tetap ada.
“Kami berharap melalui operasional RS Muara Tami jika mau maksimal dan optimal ini tergantung dari Pemkotnya saja karena untuk RS investasinya sangat besar sekali dari peralatan, operasional juga, karena jika saya lihat untuk operasionalnya saja di rumah ini bisa mencapai Rp 30-40 miliar bisa berjalan bagus,’’imbuhnya.
Sehingga ditargetkan tahun ini bisa dilakukan akreditasi dan tahun depannya bisa menjadi rumah sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)supaya bisa dapat dana sendiri, karena memang kota dan kabupaten anggaran kurang lain dengan Provinsi karena banyak kebutuhan dilingkungan OPD, sehingga untuk RS harus mandiri.
Diakui, memang saat ini RS Ramela Muara Tami Masih tipe D karena untuk tipe C harus memiliki jumlah 100-200 tempat tidur. Sehingga masih perlu dana besar untuk meningkatkan pelayanan dan Sarpras dalam mengoperasionalkan RS Ramela Muara Tami kedepannya (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *