Muscab PKB Siapkan Penyeragaman Pengurus

Ketua DPW PKB Provinsi Papua, Luxly B.F Watori didampingi H. Muhammad Thamrin selaku ketua panitia Muscab dan Ketua DPC PKB Kota Jayapura, Zubaedah Onny M.Si saat memberikan keterangan pers di Entrop Rabu (10/3) malam. (Foto:Gamel/Ceposonline)

JAYAPURA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nampaknya tak mau tertinggal untuk mempersiapkan diri dalam menyiapkan agenda – agenda politik ke depan.
Rencananya segera dilakukan adalah musyawarah cabang yang dilakukan serentak seluruh pengurus PKB secara nasional. Untuk Papua sendiri akan digelar hari ini (11/3 di Hotel Horison Kotaraja. “Akan ada penyeragaman pengurus terutama terkait periodesasi. Ini menjadi keputusan DPP PKB dan serentak disemua provinsi,” kata Ketua DPW PKB Provinsi Papua, Luxly B.F Watori didampingi H. Muhammad Thamrin selaku ketua panitia Muscab dan Ketua DPC PKB Kota Jayapura, Zubaedah Onny M.Si saat memberikan keterangan pers di Entrop, Rabu (10/3) malam.
Wilayah Papua masuk dalam agenda pertama tanggal 11 bersama NTT, Sulawesi Utara, Papua Barat dan secara internal Papua dibagi dalam dua zona yaitu yang digelar di Jayapura dengan melibatkan 25 DPC dan zona kedua di Merauke melibatkan 4 DPC.
“Kami terpusat di Papua karena pengurus pusat juga turun ke provinsi lain disamping itu geografis Papua juga cukup jauh sehingga harus menggunakan pesawat. Kalau diselenggarakan di daerah masing – masing tentunya butuh biaya yang besar dan waktu,” sambung Luxly.
Ia menjelaskan agenda utama Muscab adalah penyeragaman kepengurusan dan semua dikukuhkan pada tanggal 11 Maret 2021 dan akan bekerja hingga tahun 2026. Ini tentunya akan membantu juga dalam penyeragaman visi jelang tahun 2024.
“Kami seragamkan sekaligus menyusun struktur pengurus dan akan ada penyegaran, sudah ada tim evaluasi kinerja DPC dan hasil verifikasi ini akan menjadi rekomendasi untuk diambil keputusan nanti. Pusat yang akan tentukan mana pengurus yang akan diganti,” pungkasnya diiyakan H Thamrin.
Onny menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasikan dan menggelar pra muscab sehingga saat ini tinggal finishing. “Ketika saya diganti berarti harus sadar diri mungkin karena kinerja saya kurang maksimal dan harus bisa menerima. Tapi kalau kinerja bagus mengapa harus takut,” imbuhnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *