Banyak Nakes Penyintas, Akui Vaksinasi RSUD Jayapura Belum Optimal

drg. Aloysius Giyai, M.Kes., ( FOTO: GRATIANUS SILAS/CEPOS)

JAYAPURA-  Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengakui bahwa cakupan vaksinasi tenaga kesehatan di RSUD Jayapura belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pasalnya, drg. Giyai mengonfirmasi bahwa cakupannya baru mencapai 40 persen.

Namun, drg. Giyai memiliki alasan kuat mengapa vaksinasi di rumah sakit Pemprov Papua yang dipimpinnya itu belum optimal. Hal ini akibat banyaknya tenaga kesehatan yang positif Covid 19 atau menjadi penyintas Covid 19. Sehingga tidak dapat langsung divaksinasi.

“Saya mau katakan, kami baru sekiranya 40 persen. Kami di RSUD Jayapura ini jujur mengatakan bahwa belum berjalan sebagaimana diharapkan. Tapi bagaimanapun kami sudah gerakkan. Ini terjadi karena waktu lalu banyak tenaga kesehatan yang positif. Jadi, untuk penyintas itu kita harus tunggu 3 – 6 bulan dulu baru bisa vaksinasi,” terang drg. Aloysius Giyai, M.Kes., kepada Cenderawasih Pos, Selasa (9/3) kemarin.

Vaksinasi bagi penyintas Covid 19 memang bukannya tidak dapat dilakukan. Justru sebaliknya, dapat dilakukan, namun harus menunggu selama 3 bulan sejak dinyatakan sembuh dari Covid 19. Ketentuan ini diatur dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/368/2021, tanggal 11 Februari 2021, tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid 19, serta Sasaran Tunda.

“Tapi untuk tenaga kesehatan lainnya, yang tidak terkena Covid 19, sudah divaksin semuanya. Yang lain kita ajak juga untuk melakukan (vaksinasi). Saya belum lihat data terakhir perihal cakupan vaksinasi di RSUD Jayapura dalam tiga hari belakangan. Tapi di minggu lalu, kita baru capai 40 persen dari sekiranya 800 lebih tenaga kesehatan di RSUD Jayapura,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *