Tuntut Hapus Diskriminasi, Tolak Rusunawa Diperbaiki

Para pendemo yang sebagian besar kaum perempuan saat menggelar aksi demo di Perumnas III Waena memperingati Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret kemarin. Ada tujuh poin yang dibacakan namun ada juga poin yang meminta Rusunawa jangan diperbaiki. ( FOTO: Gamel/Cepos)

Demo Hari Perempuan Internasional, 9 Orang Diamankan

JAYAPURA-Hari perempuan internasional yang  diperingati setiap tanggal 8 Maret untuk Jayapura juga diperingati. Sekira 20 perempuan dari berbagai latar belakang plus sejumlah pria ikut memperingati ini.

Sedikit aneh tentunya mengingat para pria juga berada dalam barisan perempuan dan menolak bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Aksi ini awalnya dilakukan oleh beberapa perempuan di Lingkaran Abepura kemudian dibubarkan.

Saat dibubarkan ini kelompok yang dari lingkaran Abepura langsung bergabung dengan kelompok yang ada di Perumnas III Waena. Dalam orasinya sejumlah perempuan secara bergantian menyampaikan pendapat dan pernyataan terkait hari perempuan. Kebanyakan menyinggung tentang penghapusan bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan. Mereka juga menyuarakan soal Otsus yang dianggap gagal termasuk banyak kebijakan pemerintah kabupaten yang tak memihak perempuan.

Aksi ini dikawal ketat aparat keamanan meski beberapa kali disinggung oleh pendemo mengapa tidak ada polwan yang dilibatkan dalam pengamanan tersebut. “Ini hari perempuan sedunia tapi yang terlihat semua yang jaga adalah Polisi laki-laki, memangnya tidak ada perempuan?,” sindir salah satu orator.

Demo ini tak berlangsung lama sebab sekira pukul 13.40 WIT para pendemo langsung memutuskan untuk membacakan pernyataan sikap dimana ada 7 poin yang disampaikan.

Pertama meminta penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan Papua, kedua menolak Otonomi Khusus Jilid II karena dianggap tidak menjamin hak perempuan Papua. Ketiga menolak perbaikan Asrama Uncen Rusunawa, keempat, meminta mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), kelima, meminta menghentikan pendekatan militeristik, keenam menghentikan ekspansi diseluruh tanah Papua dan  ketujuh hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis di Papua.

Hanya sayangnya dari aksi demo ini tak ada koordinator demo yang mau memberikan keterangan kepada media. Meski sudah ditunjukkan ID Card wartawan namun para pendemo menolak diwawancarai di lokasi demo.

“Tadi ada koordinator yang siap diwawancarai tapi saat akan diwawancarai ada beberapa pria meminta untuk tidak melayani wartawan dan akhirnya mereka pergi. Kami bingung saja karena ini hari perempuan tapi kok perempuan masih mau diatur – atur seperti itu, seperti tidak dipercaya untuk bicara,” sindir Dirga salah satu wartawan online.

Sementara itu Kapolresta Jayapaura Kota Kombes Pol  Gustav R Urbinas mengatakan, terkait dengan kegiatan di beberapa titik terkait dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia/IWD yang digelar di beberapa titik di Kota Jayapura sebelumnya telah disampaikan untuk tidak boleh berkegiatan.

“Sudah kita sampaikan secara langsung untuk tidak boleh berkegiatan karena masa pandemi, apalagi konsepnya konvoi dengan jumlah kurang lebih 3 ribu orang,” ucap Kapolresta kepada Cenderawasih Pos.

Lanjutnya, pihaknya sebelumnya sudah menyampaikan kepada korlapnya supaya hal ini tidak boleh dilaksanakan lantaran tidak diperbolehkan adanya kerummunan terutama  pegajuannya di ruang publik dan mau konvoi dari Perumnas 3 Expo hingga Lingkaran Abepura.“Kami mengambil sikap tegas untuk yang di Expo terpaksa kami bubarkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Handry Bawilling mengatakan, sebanyak sembilan orang diamankan terkait dengan aksi yang dilakukan di Perumnas 3. “Mereka kami amankan sebatas dimintai keterangan terkait aksi yang mereka lakukan, usai dimintai keterangan kami antar mereka pulang ke Expo pada pukul 11.00 WIT,” pungkasnya. (ade/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *