Terendam Banjir, Puluhan Hektar Kebun Hipere Rusak

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua,SE, MSi saat melihat lokasi lahan pertanian yang banjir di beberapa distrik Musatfak kemarin. ( FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Akibat terendam banjir beberapa waktu lalu, puluhan hektar kebun hipere masyarakat kini mengalami kerusakan. Bahkan, dipastikan warga tak bisa panen akibat tanaman hipere (ubi jalar ) yang masih berusia 2-3 bulan itu mati dan hanya bisa dipakai sebagai makanan ternak babi.

  Kepala Dinas Pertanian J. Hendry Tetelepta, mengakui jika bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu memang sangat berdampak pada sektor pertanian masyarakat di Jayawijaya, terutama pada bahan pangan utama lokal seperti hipere (ubi jalar), itu dampaknya sangat besar bagi petani.

  “Kami sudah melakukan monitoring di beberapa distrik seperti Assotipo, Wesaput, Kurulu, Musatfak itu hampir sebagian besar rusak akibat banjir, karena perkebunan tersebut dibangun di bantaran Kali Baliem, sehingga ketika air meluap langsung menutupi perkebunan warga,”ungkapnya Senin (8/3) kemarin.

   Hendri mengaku dari pantauannya, seperti di Assotipo itu lahan seluas 4 hektar itu terendam banjir, sedangkan di Distrik Wesaput ada 4 hektar lebih, seperti di Kampung Parema dan Sabulama, hingga sampai ke belakang. Sementara wilayah yang paling parah ada di Distrik musatfak yang hampir semua perkebunan disana yang tergenang dengan air dari Kali Baliem.

  “Di Mutsatfak itu genangan air banjir tersebar di spot -spot perkebunan ubi jalar milik warga , dampak dari banjir ini tidak bisa kita atasi sendiri dari Pertanian sendiri tetapi harus berkolaborasi dengan teman -teman dinas yang lain tergantung dengan kewenangan masing -masing,”jelasnya .

  Khusus di pertanian dalam melakukan penanganan banjir ini, Kata Hendri Tetelepta, kewenangan dinas pertanian hanya bantuan Bibit , Pupuk dan peralatan kerja itu yang bisa disampaikan kepada petani yang terdampak banjir, dimana tempat yang sudah dikunjungi pihaknya hanya bisa membantu alat pertanian,

  “Memang ada permintaan bahan makanan dan dana , tapi kami sudah sampaikan kepada masyarakat jika bahan makanan dan dana itu kami tidak memiliki kewenangan yang kami bisa bantu hanyalah alat pertanian itu yang kami bisa dorong,” katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *