Satu Warga Kena Tembak, Aparat Luka-luka

Kombes Pol AM Kamal ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

Keributan di Mimika Dipicu Orang Mabuk Hadang Mobil

JAYAPURA-Penganiayaan berujung keributan yang mengakibatkan salah seorang warga mengalami luka-luka di Kampung Pomako ILS, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika Minggu (7/3) malam.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menerangkan, kejadian ini berawal ketika SM (18) dalam pengaruh minuman keras dianiaya sekira lima orang sopir yang saat itu mobilnya dihadang SM. “SM kemudian dipukul menggunakan besi dan dikejar hingga korban melarikan diri ke dalam sungai,” terang Kamal, Minggu (8/3).

Lanjut Kamal, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut kemudian marah dan mengejar kelima orang sopir tersebut. Namun kelima sopir melarikan diri sehingga masyarakat marah dan bersikeras agar kelima orang sopir diamankan.

“Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako memberikan pemahaman, namun warga yang berjumlah 200-an orang bersikeras agar kelima orang diamankan kemudian menutup akses jalan utama,” terang Kamal.

Atas luka yang dialaminya, korban  SM dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika guna mendapatkan perawatan medis.

Untuk mengantisipasi amukan massa, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Ipda I Made Aribawa turun memberikan pemahaman kepada masyarakat. Namun mereka tetap tidak menerima, kemudian duduk di pinggir jalan sambil menunggu perkembangan.

“Sekira pukul 19.30 WIT, datang di TKP sekitar 16 orang anggota TNI AD menggunakan truk menuju ke masyarakat yang sedang duduk di pinggir jalan, kemudian membubarkan masyarakat yang ada di TKP. Sehingga masyarakat membubarkan diri,” terang Kamal.

Lanjutnya,  masyarakat selanjutnya melakukan aksi balasan dengan melempari batu ke arah personel TNI-Polri yang berada di TKP. Sehingga aparat keamanan mundur sekitar 200 meter dari TKP.

Dari aksi lempar batu tersebut, dua anggota TNI mengalami luka pada bagian kepala dan mulut serta 1 anggota Polsek Mimika Timur terkena lemparan batu pada bagian pungggung.

Untuk membubarkan massa, aparat keamanan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun masyarakat semakin brutal dengan melempari kendaraan aparat TNI-Polri serta menjarah kios di sekitar TKP.

“Aparat keamanan kembali maju ke arah kerumunan, karena masyarakat semakin brutal. Namun masyarakat kembali melempari batu ke arah aparat keamanan dan ada yang membawa panah. Karena semakin terdesak, aparat keamanan kembali melakukan tembakan ke udara,” bebernya.

Akibat tembakan tersebut diduga mengenai salah satu warga bernama Andres Bewermbo  di bagian dada kiri bawa tembus ke punggung. Setelah tertembaknya salah satu warga, massa semakin menyerang aparat keamanan.

Pukul 20.20 WIT, masyarakat melampiaskan kemarahan dengan membakar ban dan kayu di tengah jalan utama sementara aparat keamanan berada sekitar 300 Meter dari kerumunan masyarakat sambil menunggu bantuan personel pengamanan dari Polres Mimika.

“Personel gabungan Polres Mimika dan Brimob tiba di kemudian bernegosiasi dengan masyarakat, namun masyarakat bersikeras tetap menduduki jalan utama. Korban penembakan langsung dilarikan ke RSUD Mimika,” terangnya.

Kamal mengatakan anggota melakukan pendekatan kepada masyarakat, serta melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Mimika. Pasca kejadian tersebut situasi di sekitaran TKP aman dan kondusif. “Saat ini anggota masih melakukan pengamanan di TKP untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *