Pemulihan Keamanan Papua Lewat Pendekatan Kesejahteraan

PELANTIKAN: Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri saat memimpin upacara pelantikan Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto di Aula Rasra Samara Polda Papua, Senin (8/3) ( FOTO: Elfira/Cepos)

Kapolda Papua Pimpin Pelantikan Wakapolda

JAYAPURA-Selaku pejabat baru Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri segera melakukan penyesuaian dan langkah-langkah cepat untuk membawa kebijakan pimpinan nasional Presiden maupun pimpinan Polri.

Sebagaimana pesan dari Kapolri agar para Kapolda harus melakukan terkait dengan agenda pemerintah yaitu penanganan  Covid-19.

“Penanganan Covid-19 merupakan prioritas yang harus kita laksanakan. disamping itu kami juga akan melaksanakan kebijakan pimpinan Polri terkait dengan apa yang telah beliau sampaikan,”  ucap Kapolda Mathius Fakhiri didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Eko Rudi Sudarto di Mapolda Papua, Senin (8/3).

Dikatakan, dirinya dan Wakapolda merupakan pekerja lapangan. Ia meyakini para PJU dengan  program prioritas masing-masing maupun pimpinan Polri akan secara cepat mengimplementasikan di tanah Papua.

Terkait dengan program pemulihan keamanan di daerah yang masih diteror kelompok kriminal bersenjata (KKB), Mathius Fakhiri menyebut bakal mengutamakan pendekatan kesejahteraan dan  langkah penegakan hukum akan secara tegas dilakukan. “Kita tidak akan mundur selangkahpun dengan cara-cara yang soft,” ungkapnya.

Disinggung program pengawasaan dana Otsus sesuai arahan Presiden dimana memperketat dana Otsus agar tepat sasaran, pihaknya akan membangun komunikasi bersama. Karena pendekatan hukum jangan sampai membuat pemerintah stagment. Karena ini juga bagian dari perintah Kapolri.

“Kepolisian akan tegas apabila mereka yang berkepentingan dengan roda pemerintahan. Jika coba-coba untuk menyalahgunakan anggaran yang ada di Papua, kami tanpa ragu-ragu melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tegasnya.

Terkait dengan Pemprov Papua yang meminta untuk diperiksa oleh Kejaksan dan Polri terkait dengan temuan Kabag Intelkam  soal dugaan penyalahgunaan dana Otsus sebesar Rp 1,8 triliun, pihaknya melihat mereka masih salah dalam mempresentasikan itu.

“Kalau pemerintah daerah mengatakan demikian tetapi kami selaku Kapolda baru akan membangun komunikasi supaya bisa sinergi dalam rangka pembagunan di tanah Papua, bukan melakukan korupsi. Karena kita diperintah untuk mendorong dan menjaga itu,” ucapnya.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri memimpin upacara pelantikan Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto di Aula Rasra Samara Polda Papua.

Dalam kegiatan tersebut, Mathius Fakhiri menegaskan, serah terima jabatan maupun pelantikan pejabat merupakan tuntutan kebutuhan organisasi. Dalam rangka menjaga dinamika dan kinerja sekaligus merupakan bagian dari pola pembinaan karier personel di lingkungan Polri yaitu dalam rangka penyegaran maupun promosi pejabat yang bersangkutan.

 “Tujuan mutasi pada suatu jabatan diharapkan juga dapat mengakselerasikan pelaksanaan program kerja yang telah dirumuskan, sehingga dapat berjalan efektif dan mengalami peningkatan kualitas kesatuan baik dalam bidang pembinaan maupun operasional. Sehingga dapat menumbuhkan semangat pengabdian yang tinggi serta mengukir prestasi pada setiap penugasan yang semata-mata berorientasi kepada pelayanan terhadap masyarakat,” terangnya.

“Pejabat Wakapolda Papua yang baru, kita fokus pada kabupaten yang telah melaksanakan Pilkada, agar kita semua monitor dan selalu komunikasi kepada para Kapolres untuk meningkatkan terkait hal-hal yang menyangkut situasi Kamtibmas maupun politik,” sambungnya.

Terkait dengan pandemi Covid-19 yang jumlah kasusnya terus meningkat dan ditengarai terdapat virus varian baru. Maka terus dilakukan untuk kedisiplinan protokol kesehatan, khususnya kegunaan masker dan Sosial Distancing kepada masyarakat serta mengantisipasi dan mengatasi segala bentuk permasalahan keamanan yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *