Jual Ramuan Perawan Anti Pelakor, Wanita 45 Tahun Ditangkap

Tersangka As alias Mama Cumma (masker hitam) pemilik ramuan perawan anti pelakor saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Merauke,  Senin (8/3).  ( FOTO:Sulo/Cepos)

Tiga Pengedar Ganja juga Diamankan

MERAUKE-Seorang wanita berinisial As alias Mama Cumma (45) terpaksa berurusan dengan aparat Kepolisian dan digiring ke Mapolres Merauke.

Mama Cumma ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Merauke lantaran menjual ramuan perawan anti pelakor secara ilegal.

Wakapolres Merauke, Kompol Leonardo Yoga, SIK didampingi Kasat Narkoba, AKP. Najamuddin, MH dan Kasubag Humas AKP. Ariffin, S.Sos., mengatakan, ramuan perawan anti Pelakor yang dijual Mama Cumma memiliki izin jual. Namun sayangnya, Mama Cumma tidak memiliki izin untuk menjual dalam bentuk paket.

Satu kemasan ramuan dalam bentuk jamu serbuk  tersebut menurut Leonardo Yoga, dibagi menjadi 40 paket dengan harga perpaket Rp 100.000. “Peredaran obat serbuk perawan ini dilakukan secara illegal,” ungkap Leonardo Yoga dalam jumpa pers di Mapolres Merauke, kemarin (8/3).

Dikatakan, kegunaan obat tersebut  sesuai yang ada di kemasan obat yaitu merapatkan alat kelamin perempuan. “Tapi untuk peredarannya tidak bisa dilakukan  secara ilegal. Karena tidak menutup kemungkinan seperti menambahkan zat-zat lain dan itu berbahaya,” jelasnya.

Pelaku menurut Leonardo Yoga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 197  jo Pasal 106  ayat (1) UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, subsidair pasal 196 Jo Pasal 198 ayat (2) dan (3) UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal  15 tahun penjara.

“Tersangka diamankan di Jalan  Cikombong. Ramuan ini dibawa tersangka untuk dijual di Boven Digoel,” tambahnya.

Selain menangkap wanita  ramuan perawan anti pelakor secara illegal, Satuan Narkoba Polres Merauke juga mengamankan tiga orang tersangka penyalahgunaan narkoba jenis ganja.

Leonardo Yoga menyebutkan, tiga tersangka yang diamankan yaitu AY (22) dan FA (24). Keduanya ditangkap di   TMP  Polder dan Jalan Polder Dalam 3 dengan barang bukti berupa ganja kering seberat 2,6 gram dan 8,4 gram serta uang tunai sebesar Rp 950 ribu.

Setelah penangkapan kedua tersangka, Satnarkoba melakukan pengembangan sehingga berhasil menangkap  tersangka lainnya berinisial CM (29) dengan barang bukti berupa ganja seberat  158 gram dan dalam bentuk  paket kecil sebanyak 46 paket.

“Barang bukti lainnya berupa uang  tunai sebesar Rp 4,6 juta.  Atas perbuatannya tersebut, ketiga tersangka dijerat  Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,”tuturnya.

Leonardo Yoga menambahkan dengan penangkapan  ini menunjukan bahwa masalah  Narkotika menjadi perhatian Polres Merauke. Karena dalam kurun waktu  kurang lebih 3 bulan diawal tahun 2021  ini, Polres Merauke sudah menangkap 6 pelaku pengedar ganja. Dimana daun ganja kering yang diamankan tersebut didatangkan para  tersangka  dari Asiki, Kabupaten Boven  Digoel  yang djual dengan eceran paket kecil sebesar Rp 50.000  perpaket. (ulo/nat)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *