Beraktivitas hingga Pukul 3 atau 4 Dini Hari, “Ada Sayang, Ada” juga Masih Berjualan

Suasana salah satu tempat hiburan malam di Entrop Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura yang tetap beraktivitas hingga pagi hari, akhir pekan kemarin. (FOTO: Tim Cepos)

Mengintip Aktivitas THM Saat Pembatasan Waktu Aktivitas di Kota Jayapura

Sampai saat ini, Pemkot Jayapura masih melakukan pembatasan waktu aktivitas warga dan perekonomian hingga pukul 21.00 WIT. Bagaimana aktivitas tempat hiburan malam (THM) selama pembatasabn waktu aktivitas ?

Laporan: Tim Cepos

PEMBATASAN waktu aktivitas warga dan perekonomian di Kota Jayapura masih dibatasi dari pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIT. Pembatasan ini diterapkan Pemkot Jayapura dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Jayapura. Sebelum pembatasan aktivitas hingga pukul 21.00 WIT, Pemkot Jayapura sempat memperlonggar hingga pukul 22.00 WIT. Namun memasuki awal tahun 2021, kasus positif Covid-19 di Kota Jayapura menunjukkan trend peningkatan. Untuk itu, awal Februari lalu Pemkot Jayapura kembali mengurangi batas waktu beraktivitas hingga pukul 21.00 WIT.

Pembatasan waktu aktivitas masyarakat dan perekonomian ini, dipatuhi oleh para pelaku usaha seperti swalayan, pasar tradisional, pertokoan serta usaha kuliner baik itu restauran, rumah makan, warung maupun pedagang kaki lima.

Namun sayangnya tidak semua pelaku usaha mematuhi pembatasan aktivitas tersebut. Dari penelusuran tim Cenderawasih Pos, kegiatan usaha yang berada di pinggir jalan utamanya di jalan protokol, sudah tidak beraktivitas pada pukul 21.00 WIT.

Berbeda dengan warung makan atau kios kecil yang ada di kompleks perumahan atau di jalan kecil, terlihat masih beraktivitas di atas pukul 21.00 WIT.

Bukan hanya itu, tim Cenderawasih Pos juga mendapat informasi bahwa tempat hiburan malam atau THM khususnya di daerah Entrop, Distrik Jayapura Selatan juga masih tetap beraktivitas di atas pukul 21.00 WIT. Bahkan kabarnya, hiruk pikuk dunia hiburan malam ini masih beraktivitas hingga dini hari.

Untuk memastikan informasi tersebut, tim Cenderawasih Pos baru-baru ini melakukan penelusuran di seputaran Entrop, Distrik Jayapura Selatan.

Di kawasan ini, memang terdapat beberapa THM seperti bar dan karaoke. Dari pantauan Cenderawasih Pos, di atas pukul 21.00 WIT, THM di seputaran Entrop masih beroperasi.

Bagi masyarakat awam atau yang belum pernah menyambangi dunia hiburan malam, tentunya beranggapan bahwa THM yang ada di seputuran Entrop sudah tidak beroperasi di atas pukul 21.00 WIT sesuai dengan instruksi dan surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Jayapura.

Untuk mengelebui masyarakat umum termasuk aparat, pihak pengelola THM sengaja menutup pintu pagar dan memadamkan lampu di pagar depan termasuk di bagian depan THM.

Meskipun dari luar terlihat seolah-olah tutup dan tidak beraktivitas, namun di bagian dalam aktivitas masih tetap berjalan.

Tim Cenderawasih Pos yang sempat mengunjungi salah satu THM di kawasan Entrop, melihat di bagian depan THM sebenarnya sudah disediakan tempat mencuci tangan.

Bahkan sebelum masuk ke dalam, pengunjung juga dicek suhu tubuhnya menggunakan thermogun dan diminta memakai masker. Namun saat Cenderawasih Pos masuk ke dalam, terlihat sejumlah pengunjung dan para ladies yang menemani pengunjung sudah melepas masker.

Parahnya lagi, setiap pengunjung bebas untuk duduk di manapun tanpa ada tanda jaga jarak.

Meskipun demikian, pihak THM terlihat lebih memperketat pengawasan terhadap pengunjung yang ingin mengambil foto atau gambar di dalam THM.

Tim Cenderawasih Pos yang sempat berinteraksi dengan pelayanan di salah satu THM yang dikunjungi mengatakan, THM tempatnya bekerja  buka dan melayani pengunjung setiap malam hingga pukul 03.00 atau 04.00 WIT.

“Kita melayani sampai jam tiga dan jika ramai seperti malam Sabtu dan malam Minggu kita bisa sampai jam 4 Mas. Pokoknya datang saja meski di depan gelap itu biasa, kita tetap buka kok,” ungkapnya.

Pelayan ini juga mengatakan, selama pandemi Covid-19 pengunjung hiburan malam turun drastis. Apalagi dengan adanya pembatasan waktu beraktivitas hingga pukul 21.00 WIT.

Untuk itu, mereka terpaksa kucing-kucingan dengan pihak aparat agar bisa tetap beraktivitas. “Kitakan buka hanya malam saja dan orang datang ke sini cuma malam. Biasanya mulai ada orang pukul 22.00 hingga pagi. Jadi kalau kami harus buka jam enam pagi dan tutup jam sembilan malam, siapa yang mau datang. Bisa-bisa kita tutup sudah itu,” jelasnya.

Selain tempat hiburan malam, aktivitas penjualan minuman keras beralkohol secara ilegal juga masih beraktivitas.

Para pelaku usaha minuman keras beralkohol ilegal yang menawarkan dagangannya dengan kode khusus “ada sayang, ada”, terlihat masih beraktivitas di sepanjang jalan Kepala Dua Entrop.

Setiap pengendara yang melintas, baik sepeda motor maupun mobil, langsung ditawari dengan kode “ada sayang, ada”.

Tim Cenderawasih Pos yang pulang melakukan investigasi di tempat hiburan malam, mencoba melintas di sepanjang Jalan Kelapa Dua.

Saat laju kendaraan yang ditumpangi Cenderawasih Pos melamban, beberapa orang pria yang berdiri di pinggir jalan langsung beraksi dan berkata “ada sayang, ada”.

Kondisi ini tentunya sangat disesali. Pasalnya di saat pelaku usaha lainnya yang juga mengalami kesulitan menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19, tetap mematuhi instruksi dan imbauan Pemkot Jayapura, namun di sisi lain ada oknum pelaku usaha yang masih membandel.

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos terkait hasil investigasi ini mengaku sangat menyayangkan masih adanya oknum pelaku usaha yang tidak mematuhi pembatasan waktu beraktivitas yang diberlakukan di Kota Jayapura.

“Kami tentunya sangat menyayangakn hal tersebut. Kami akan turun melakukan patroli dan mengecek pelaku usaha yang membandel. Apabila ditemukan melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku. Sanksi yang diberikan secara berjenjang yaitu dimulai dengan memberikan teguran. Apabila, masih melanggar, maka tempat usahanya akan ditutup dan bahkan izin usahanya bisa dicabut,” tegas Rustan Saru yang dihubungi Cenderawasih Pos, Senin (8/3) malam. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *