Tujuh Pelajar OAP Masuk Tiga Universitas Terbaik Amerika

Kepala BPSDM Papua, Aryoko AF,SP.M.Eng., foto bersama dengan 7 pelajar OAP sebelum diberangkatkan ke Amerika. ( FOTO: BPSDM Papua for Cepos)

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tahun ini kembali mengirimkan pelajar terbaiknya ke berbagai universitas di Amerika, Eropa, Australia dan Asia.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Doren Wakerkwa,SH mengatakan sebanyak 47 pelajar OAP (orang asli Papua) dijadwalkan awal tahun 2021 diberangkatkan ke Amerika untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi di negeri Paman Sam tersebut.

Dikatakan, 47 pelajar OAP itu terdiri dari 45 pelajar untuk program studi S1 (sarjana) dan S2 (magister) sebanyak 2 orang. “Mereka merupakan peserta Program Beasiswa Afirmasi Siswa Unggul Papua yang dipersiapkan untuk mengambil pendidikan Sarjana di luar negeri dan telah kuliah online hingga Semester III,”jelas Doren didampingi Kepala BPSDM Papua, Aryoko AF,SP.M.Eng., dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (7/3).

Sementara itu, Direktur Akademi Jakarta International College (JIC), Fransica Laij menambahkan, awal Januari 2021 lalu, sebanyak 7 pelajar OAP diberangkatkan ke Amerika Serikat. Mereka diterima di tiga universitas terbaik di negeri Paman Sam. Yakni Michigan State University, Western Michigan University dan Louisiana State University .

“Tujuh putra-putri asli Papua itu selama ini dibina dan didampingi oleh kami. Nilai mereka sangat baik dan siap menjalani pendidikan di Amerika,” ungkap Fransica Laij.

Ketujuh pelajar tersebut antara lain; Jessica Rumfaker, Michael Saroge, Paleria Waibusi, Raffaela Wanimbo, Ronaldo Krey, Steve Fonataba dan Yulandia Jufuway. Mereka diterima di tiga universitas karena memiliki nilai akademik yang tinggi dan kemampuan berbahasa Inggris serta mental yang baik.

“Anak-anak kita ini diterima di ketiga universitas terbaik Amerika dengan potensi-potensi yang luar biasa. Kami sangat bangga karena bidang studi yang mereka ambil sangat bermanfaat bagi Papua di masa depan. Salah satu dari mereka mengambil bidang studi khusus untuk petrolium engineering,”ujarnya.

Dia memproyeksikan dimasa mendatang, Papua menjadi salah satu provinsi di tanah air yang bakal memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik. Hal itu latarbelakangi potensi putra-putri Papua dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat tinggi.

“Saya optimis, dimasa mendatang Papua miliki SDM yang mumpuni. Karena pendidikan dan pengembangan SDM menjadi prioritas. 10 sampai 20 tahun, anak-anak kita bakal menguasai Iptek. Saya yakin itu,”kata Fransica yang juga lulusan Amerika itu.

“Kita patut beri apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua karena meski di masa pandemi, program pendidikan dan pengembangan SDM tetap jalan. Gubernur dan Wakil Gubernur Papua luar biasa,” sambungnya.

Direktur Perekrutan dan Penerimaan Mahasiswa JIC, Patricia Rubena menambahkan selain 7 pelajar tersebut, tahun ini terdapat 38 pelajar yang akan dikirim ke Amerika. Mereka dibagi dalam dua gelombang yakni pada bulan April sebanyak 23 orang dan 15 orang pada Agustus.

Kata Patricia, pelajar Papua yang dibina JIC merupakan putra-putri asli Papua terbaik dan mendapatkan kesempatan kuliah di berbagai universitas ternama di Amerika, Eropa, Australia dan Asia.

“Pelajar yang dibina di JIC disesuaikan dengan kebutuhan Pemprov Papua dengan syarat utama memiliki kemampuan akademik, mental dan bahasa yang baik. Mereka diberikan kesempatan memilih 3 universitas terbaik untuk kuliah di berbagai universitas di dunia,” pungkasnya. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *