Tak Mau Cari Uang di Youtube,  Bikin Konten Hanya untuk Penyemangat

Anggelica Vercelly Sarewendo Senggu ( foto: Elfira/Cepos)

Kisah Seorang Youtuber dengan Firman Tuhannya.

Dalam perkembangan era Media sosial cukup banyak anak muda Papua yang punya follower, subscriber atau pengikut dengan mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu. Apa motivasi mereka membuat konten? Apa pesan bagi generasi milenial?

Laporan-Elfira

Dalam beberapa tahun terakhir, menjadi Youtubeer, Influencer dan vlogger tengah menjad tren di kalangan milenial. Meski begitu hal tersebut bukanlah hal yang mudah dan bukan pula hal yang mustahil.

Untuk sebuah kesuksesan itu, harus dibarengi yang namanya kerja keras dan kreativitas. Ini pula yang diakui oleh Anggelica Vercelly Sarewendo Senggu, mahasiswa S1 ilmu komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Sabtu (6/3), Cenderawasih Pos berkesempatan berbincang dengan Anggelica di Jalan Perbukitan Skyline Kompleks Kampung Buton-Entrop, Jayapura Selatan. Si Youtuber yang kerap membagikan postingan rohaninya di akun Youtuber nya bernama Angelica Senggu.

Anggel, anak bungsu dari 3 bersaudara itu mulai aktif di influencer sejak tahun 2017 berawal dengan membuat video mengkaver lagu. “Lagu yang saya cover pernah viral di akun Lambe Turah, bahkan pernah mau diundang karena ada satu dan lain hal sehingga tidak jadi,” tutur penyiar radio sekaligus MC ini.

Tahun 2020 awal, Anggel mulai tertarik membuat konten Youtube lantaran video cover lagu yang ia buat booming. Isi konten Youtube pertamanya yakni berupa motivasi Kristen sesuai dengan keyakinannya. “Youtube  saya lebih ke motivasi, karena saya sendiri beragama Kristen dan pesan itu ternyata sampai ke orang lain,” tutur perempuan berusia 26 tahun ini.

Youtube yang dibuat Anggel digagasnya sendiri, mulai dari ide hingga pengeditan. Ia membuatnya sesimpel mungkin dengan durasi 1 hingga lima menit, total 1,65 ribu subricer telah ia dapatkan saat ini.

Adapun yang membuat  wanita hobi nyanyi ini tertarik dengan Youtube lantaran pengalaman rohani sendiri yang kerap ia rasakan dan alami. “Saya rasa ada sesuatu yang harus saya sebar, pesan moral dan pesan firman tuhan. Saya sudah yakin ada satu kekuatan yang Tuhan kasih kenapa tidak saya berbuat sesuatu memotivasi orang  melalui Youtube,” curhatnya.

Bahkan, yang menonton konten Youtube nya berbagai kalangan dan agama. Aceh, Ingris dan bahkan Amerika, “Bahkan mereka  dari kaum muslim saja menonton konten Youtube  saya. Sebab pesan yang saya sampaikan secara umum dan bisa diterima banyak agama,” ucapnya yang duduk di kursi sofa kala itu.

Kesan positive melalui komen yang tertera membuat penyemangat untuk Anggel, bahkan konten Youtube nya itu justru orang lainlah yang membagikannya di akun Instagram, Facebook dan WhatsApp.

Mendapatkan pesan positif, membuatnya bersemangat membuat konten. Dalam seminggu ia bisa mengupload satu vidio, namun karena bersamaan dengan aktivitas kesibukannya menjadi panyiar membuatnya kini haru membagi waktu lebih ekstra.  “Kini sebulan sekali saya mengupload konten saya di kanal Youtube e karena ada kegiatan sosial,  tapi responnya tetap ditunggu konten saya,” ungkapnya.

Menariknya, saking niat mau membuat Youtube  Anggel nekat membeli kamera dan bahkan hingga saat ini masih terus belajar ke Youtuber lain. Terkait dengan biaya atau hasil yang didapatkan dari Youtube, Anggel tidak terlalu berpatokan dengan itu. “Saya  tidak terlalu mau cari uang, karena awal saya buat konten lantaran ingin diberkati lewat motivasi dan bisa membuat orang berubah, syukurnya subsriber saya selalu bertambah,” ungkapnya.

Ia pun berpesan sesuatu yang disukai maka harus konsisten dengan itu, jangan sekedar ikut  ramai hanya untuk mendapatkan keuntungan. Apalah uang dibanding konten berarti yang bisa merubah orang lain.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *