Perempuan Papua Harus Menjadi Bagian Pengembangan Ekowisata

Tampak para perempuan Papua saat mengikuti pelatihan Ekowisata di Kelompok Usaha Mahuze Mandiri, Senin, (8/3). Mahuze Mandiri for Cepos

JAYAPURA – Kelompok Usaha Mahuze Mandiri melibatkan perempuan asli, untuk menjadi bagian dalam peningkatan Ekowisata di daerahnya.

Selaku Humas dari Kelompok Usah Mahuze Mandiri , Agus Mahuze mengatakan Dalam program pemberdayaan dalam keluarga Mahuze Mandiri yang pihaknya jalankan di Destinasi wisata Biras Buper di Merauke

Menurutnya, perempuan menjadi pondasi dasar dalam pengelolaan destinasi. “Anggota keluarga perempuan menjadi pondasi dalam pengelolaan destinasi ini . Saya pikir ini salah satu strategi untuk menentukan kepemimpinan mereka untuk menjadikan mereka menjadi bagian peran penting dalam keluarga, ” Katanya melalui Rilis yang diterima cenderawasih Pos, Senin, (8/3).

Dikatakan dalam memperingati hari Wanita Sedunia Papua hari ini, dengan potensi alam yang luar biasa harus ada keterlibatan perempuan dalam memanfaatkan ekowisata di daerahnya.

“Perempuan mengambil peran  dalam ekowisata adalah satu bagian penting dari gerakan perubahan yang secara perlahan di lakukan oleh masyarakat pemilik hak ulayat Buper Biras untuk saling menyatukan persepsi untuk meningkatkan potensi perempuan -perempuan agar lebih maju,” Katanya.

Lanjutnya kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. yang paling penting dan mendasar adalah persoalan mengenai management serta tata kelola. Semangat ini yang perlu ditunjukan kepada masyarkat Papua.

“Saya pikir prinsip paling teguh adalah membuat keputusan penting bagi keterwakilan perempuan dalam mengambil peran mereka di pekerjaan mereka. Mengambil peran untuk menjadi bagian dari perputaran ekonomi dan keluarga,” Katanya.

Ia menambahkan perjuangan emansipasi adalah soal pekerjaan memberikan advokasi kepada perempuan -perempuan Papua.

“Satu hal yang akan selalu saya ingat adalah soal kearifan lokal. Kearifan lokal mengambil peran perempuan dalam tradisi sebagai saudara perempuan untuk kita. Saudara perempuan adalah bagian penting dalam tradisi serta keluhuran orang asli Papua. Hal itulah yang sengaja dipraktekkan dalam pengembangan wisata berbasis kearifan lokal,” Paparnya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *