Perempuan Lahirkan Orang Papua Bukan Untuk Dibunuh

Tampaknya se kelompok perempuan Papua yang malakukan demostrasi di depan lingkaran Abepura, meski aparat meminta didubarkan tetap mereka bersikeras melakukan aksi peringati hari perempuan sedunia dunia, Senin, (8/3). Foto: Noel/cepos

JAYAPURA – Aliansi Perempuan Papua gelar aksi demostrasi menuntut Pemerintah Indonesia Segera hentikan kekerasan yang tejadi di Papua terhadapnya Perempuan dan manusia Papua.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, aksi yang berlangsung di lingkaran Abepura tersebut menghadirkan sedikitnya 6 orang  perwakilan perempuan yang meminta agar Pemerintah Indonesia stop melakukan pembunuhan bagi orang Papua dengan agresi militer.

Koordinator Aksi di lingkaran Abepura Susan Griapon mengatakan, perempuan Papua sudah capek dengan tindakan kekerasan dilakukan oleh aparat TNI Polri yang telah membuat Mama Papua melupakan kebun dan kesulitan membesarkan anak-anak mereka di tengah konflik.

“Aliansi Perempuan Papua kami sudah bosan dengan berbagai kekerasan yang terjadi di Papua, pemerintah Indonesia stop penindasan kepada orang Papua yang dilahir kan oleh perempuan Papua,” Katanya.

Demo yang digelar dalam rangka memperingati tanggal 8 Maret 2021 sebagai Hari Perempuan Sedunia, itu mereka menegaskan bahwa perempuan Papua melahirkan manusia Papua bukan untuk dibunuh dan ditindas.

“Perempuan Papua melahirkan orang Papua bukan untuk dibunuh dan didiskriminasi, stop kekerasan terhadap orang Papua. Kami perempuan Papua capek dengan penderitaan orang Papua yang kami lahir kan, ” Katanya di tengah kerumunan aparat kepolisian.

Dia mengatakan hari ini perempuan Papua yang ada di beberapa daerah konflik seperti Intan Jaya dan Nduga terus mengalami penderitaan karena sikap militer Indonesia.

“Mama – mama Papua yang ada di hutan sana, mereka kesulitan berkebun dan menyiapkan makan kepada anak cucu mereka, karena tindak aparat. Untuk itu kami tidak akan pernah takut membicarakan hak perempuan Papua dan masyarakat Papua yang dilahirkan oleh perempuan – perempuan Papua,” Paparnya.

Aksi yang berlangsung di lingkaran tersebut sempat mendapat pemgawalan dari aparat namun para pendemo tetap berdiri dan menyampaikan aspirasi di hari perempuan sedunia.

” Jangan pernah takut berbicara tentang persoalan Papua dan hak-hak dasar perempuan yang berada di hutan di kampung-kampung di pulau-pulau dan pedalaman Papua,” Katanya. (Oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *