NTP Papua Februari Turun -0,26 Persen

Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina

JAYAPURA – Nilai Tukar Peta  (NTP) Provinsi Papua Bulan Februari 2021 turun sebesar -0,26 persen. Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina mengatakan,  NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

“Pada bulan Februari 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua turun -0,26 persen dengan indeks NTP sebesar 103,00. Perubahan terjadi karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani  lebih  kecil daripada penurunan indeks harga yang diterima petani,”ungkapnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Jumat (5/3) kemarin.

  Lanjutnya, NTP Nasional Februari 2021 sebesar 103,10 atau mengalami penurunan -0,15 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. NTP Provinsi Papua bulan Februari 2021 menurut subsektor yaitu, NTP Subsektor Tanaman Pangan 102,28,  NTP Subsektor Hortikultura 98,23, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 102,67, NTP,  Subsektor Peternakan 106,75 dan NTP Perikanan 114,68.

NTP subsektor Perikanan dirinci menjadi NTP Perikanan Tangkap 115,47 dan NTP Perikanan Budidaya 101,51. Dari 34 provinsi yang dilakukan penghitungan NTP pada Februari 2021 menunjukkan bahwa 12 provinsi mengalami peningkatan NTP sementara 22 provinsi lainnya mengalami penurunan NTP.

“Provinsi Sumatera Selatan tercatat mengalami kenaikan NTP tertinggi yaitu 2,02 persen dan Papua Barat tercatat mengalami penurunan terbesar yaitu sebesar -1,20 persen,” jelasnya.

Untuk Pedesaan Papua pada Februari 2021 tercatat mengalami kenaikan Indeks Konsumsi Rumah tangga (IKRT) sebesar 0,01 persen. Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Papua pada  Februari 2021 adalah 105,79.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *