Mama-mama Papua Ogah Pindah ke Pasar yang Layak

Mama mama pedagang asli Papua berjualan di bahu Jalan di depan ekspo Waena Sabtu, (7/3) lalu. ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA – Pemkot Jayapura telah menyediakan tempat bagi mama-mama pedagang asli Papua yang berjualan di bahu jalan di Ekspo Waena jalan, namun mama-mama Papua lebih memilih berjualan di tempat yang justru membahayakan mama-mama dan pembeli sendiri.

Sekretaris Daerah Kota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si Kepada Cenderawasih Pos, di Waena, Sabtu (6/3) lalu mengatakan mama-mama bersikeras tetap berjualan di bahu jalan.

Ia menjelaskan pasar merupakan pertemuan antara penjual dan pembeli sehingga ketika ada penjual pasti saja pembeli akan datang untuk itu seharusnya Mama Papua diarahkan untuk berjalan di tempat yang telah disediakan. ” Ibarat gula dengan semut kalau ada gula pasti ada semut Jadi kalau ada penjual pasti para pembeli akan datang, maka jangan takut dan ragu,” Katanya.

Ia mengatakan jika mama-mama pindah ke tempat yang telah disediakan di terminal Expo lama akan mendapat tempat yang layak dengan tempat jualan yang baik sehingga mereka dapat terhindar dari panas matahari dan hujan.

“Aspek Kebersihan, Aspek kenyamanan baik dari polusi debu dari kendaraan yang biasa,  lebih baik mereka pindah ke tempa itu, (terminal Lama) agar bisa lebih aman,  dan kesehatan juga bisa membantu, dan jika keluarga atau ibu-ibu sakit dan mereka akan mempengaruhi di keluarga, maka keseharan itu penting maka mama – mama harus pinda ke dalam,” Katanya.

Ia mengatakan untuk penertiban sendiri sudah dilakukan berulang kali namun mau mama – mama di pasar masih saja bersikeras untuk tetap berjualan di pinggir jalan sampai saat ini. “Terminal pindah ke ujung Batas Kota  wakil walikota beserta OPD terkait sudah berupaya Untuk memindahkan ke los pasar yang ada,  tapi mama – mama masih bersikeras,” katanya.

Sementara untuk pasar bayangan yang ada di Perumnas 3 Sekda mengatakan sampai saat ini Pemerintah masih terhalang dengan lahan. “Untuk pasar di Perumnas 3 meski kami juga perhatikan Mama Papua yang berjualan di situ tetapi kita lihat sampai saat ini kita terkendala lahan untuk membangun pasar,”katanya. (oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *