Kedapatan Bawa Ganja, Seorang Pemuda Ditangkap

17 Orang Jadi Tersangka Ganja

JAYAPURA- Kedapatan bawa ganja, seorang pemuda dengan inisial SK (22) warga Dok IX Kali Distrik Jayapura Utara ditangkap Tim Opsnal Resnarkoba Polresta Jayapura Kota di belakang BRI Dok II, Sabtu (6/3) lalu.

Penangkapan pemuda 22 tahun itu berawal dari informasi warga, sebagaimana peredaran Narkotika jenis ganja kian marak di Kota Jayapura. Kasat Resnakoba Polresta Jayapura Kota Iptu Alamsyah Ali mengatakan, dari tangan pelaku SK. Tim opsnal berhasil mengamankan 1 bungkus plastik bening ukuran kecil.

“Pelaku beserta barang bukti telah berada di Mapolresta guna dilakukan pemeriksaan penyidik dan pengembangan lebih lanjut,” ucap Kasat Narkoba yang dikonfirmasi Minggu (7/3).

Lanjutnya, penangkapan pelaku berawal dari penyelidikan di lapangan bahwa ada seseorang yang sedang membawa ganja di seputaran dok II belakang bank BRI. Dari informasi tersebut, tim melakukan pemantau di seputaran lokasi sehingga tim mencurigai pelaku.  “Saat dilakukan pemeriksaan badan dan didapati satu paket naroktika golongan I jenis ganja,” terangnya.

Dijelaskan, kasus ini sedang dalam pengembangan yang dimungkinkan masih ada jaringan pelaku lain terkait peredaran Narkotika di wilayah hukum Polresta Jayapura. Sebagaiamana, ganja sendiri berasal dari PNG yang masuk melalui jalur-jalur tikus.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap peredaran ganja di Kota Jayapura,” pungkasnya.

Sementara itu, sejak awal januari hingga memasuki pertengahan maret 2021, Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota telah menetapkan 17 orang sebagai tersangka lantaran terlibat kasus peredaran gelap narkoba di Kota Jayapura.

Adapun 17 orang tersangka itu, satu diantaranya merupakan warga negara asing asal PNG. Sementara 16 kasus berkas perkara kasus narkotika yang berhasil diungkap pihaknya, dimana dua berkas diantaranya telah memasuki tahap I di Kejaksaan Negeri Jayapura.

“16 kasus kami ungkap sejak januari hingga maret 2021, dengan barang bukti yang paling  yakni ganja. Mengingat Kota Jayapura berbatasan langsung dengan negeri tetangga PNG,” terangnya.

Dikatakan, kinerja satuan narkoba sejauh ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa ada komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat khususnya di Kota Jayapura, oleh sebab itu koordinasi dan komunikasi akan terus ditingkatkan demi pemberantasan narkotika.

“Kami akan terus menjalin kerjasama dengan satuan samping terkait, terutama dengan masyarakat. Kami juga akan tingkatkan sosialisasi tentang bahayanya narkotika, sehingga ada peran serta masyarakat dalam memberikan informasi kepada kami,” pungkasnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *