Hanya Ibu Rumah Tangga, Kini Sudah Dirikan 21 Rumah Baca

Pendiri Rumah Baca Onomi Niphi, Kampung Yoboi, Mama Solis Hanny Felle, saat terlihat mengajari anak-anak yang datang belajar di rumah baca Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, belum lama ini. (FOTO: Yewen/Cepos)

Mengenal Mama Solis Hanny Felle, Pendiri Rumah Baca Onomi Niphi Kampung Yoboi

Solis Hanny Felle adalah sosok ibu rumah tangga yang mengabdikan dirinya dalam menggerakkan literasi di kampungnya. Literasi yang digerakkan Mama Hanny ini diberi nama Rumah Baca Onomi Niphi, Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Seperti apa saja pengembangan literasi yang dilakukan di Rumah Baca Onomi Niphi?

Laporan: Roberthus Yewen-Sentani

“Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah jembatannya”. Kata-kata penuh makna ini terpampang tepat di bagian depan Rumah Baca Onomi Niphi, Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Tulisan ini sebagai ungkapan selamat datang bagi para anak-anak dan pengunjung yang datang melihat langsung rumah baca tersebut.

Rumah baca ini terlihat sederhana, sebab ini rumah ini milik Mama Solis Hanny Felle yang diubah bagian teras depannya sebagai rumah baca dalam pengembangan literasi, baca, tulis dan hitung bagi pelajar yang ada di kampung yang kini dijuluki sebagai kampung warna-warni ini.

Perjuangan mendirikan rumah baca ini memang tak mudah, sebab Mama Hanny sapaan akrab mama Hanny Felle ini memulai dari nol. Pendirian rumah baca ini tidak terlepas dari inisiatif sendiri dari Mama Hanny.

Meskipun sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, tapi ibu dua anak ini tetap konsisten mendirikan rumah baca dalam membantu mengembangkan literasi bagi anak-anak di kampung yang berada di atas bibir Danau Sentani ini.

Sebelum menjadi rumah baca, mama Hanny telah memulainya dengan kelompok belajar anak-anak sejak tahun 2001 lalu. Mama Hannya terlibat di salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Wahana Visi Indonesia (WVI). Di sini mama Hanny diajari berbagai hal dalam membangun literasi mengenai kelompok belajar yang telah digagas olehnya.

“Sebelum menjadi rumah baca, saya memulai dengan kelompok belajar dengan menggunakan Obhe atau rumah adat sebagai tempat membina anak-anak di Kampung Yoboi,” kata perempuan berusia 49 tahun ini.

Bahan-bahan yang digunakan untuk mengajari anak-anak juga menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitarnya, seperti  buah sagu, daun sagu, botol-botol bekas dari sampah. Dimana bahan-bahan ini ditulis huruf dan angka dan kemudian diajarkan kepada anak-anak.

Dengan ketekunan dan keuletan serta kesabaran Mama Hanny, maka pada 2018 lalu, Rumah Baca Onomi Niphi resmi berdiri. Tentu hal ini tidak terlepas dari perjuangan dan tantangan yang telah dilakukan dan dilalui selama ini oleh Mama Hanny selama ini. Buah perjuangannya telah membawanya menjadi salah satu perempuan Papua yang berhasil mendirikan rumah baca.

Baru setahun mendirikan rumah baca, pada 2019 banjir bandang melanda wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura membuat Kampung Yoboi tergenang air, sehingga rumah baca juga ikut tergenang. Mama Hanny terpaksa memasukkan buku-buku semuanya di dalam perahu miliknya. Baginya, rumah baca ini harus diselamatkan agar anak-anak tetap belajar.

“Waktu banjir bandang saya pindahkan buku-buku ke Kehiran, tetapi saya datang ke Yoboi dan tetap mengajari anak-anak, sehingga rumah baca ini tetap ada untuk mendidik anak-anak di Yoboi,” ucap mama Hanny sambil mengenang peristiwa banjir bandang yang terjadi tahun 2019.

Setelah air mulai surut, Mama Hanny kembali lagi ke Kampung Yoboi dan memulai lagi menggerakkan rumah baca seperti biasanya. Dengan ketekunan dan kerja keras, maka berbagai pihak memberikan perhatian, salah satunya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, sehingga rumah baca ini bisa ditata rapi dengan bantuan buku-buku dari berbagai pihak.

Rumah baca di Kampung Yoboi ini kini terkenal tidak hanya di Papua, tetapi di seluruh Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari berkat kerja keras dan semangat dari mama Hanny yang selalu mempublikasikan rumah baca dan aktivitasnya di media sosial (medsos) seperti facebook, instagram, watshapp dan media sosial lainnya.

Di tahun 2020 dengan adanya virus Corona atau Covid-19 memang mengganggu sedikit aktivitas dalam proses belajar mengajar di rumah baca. Namun, mama Hanny tetap berkomitmen dalam menjalankan aktivitas di rumah baca dengan mengedepankan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar rumah baca ini tetap hidup dalam memberikan didikan kepada anak-anak di kampungnya tersebut.

“Kini rumah baca ini sudah menjadi ruang publik. Karena sudah banyak orang yang datang berkunjung dan melakukan KKN dari mahasiswa, salah satunya dari mahasiswa Perpustakaan di Uncen,” ucap Duta Baca Kabupaten Jayapura ini.

Rumah baca ini sendiri telah dikunjungi oleh beberapa pejabat dan para wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri. Adapun para pejabat yang sudah mengunjungi rumah baca ini adalah Menteri, Kapolda dan Bupati. Selain itu, mama Hanny pada tahun 2020 yang lalu mendapatkan penghargaan dari Kapolda Papua berupa Kapolda Awards di bidang literasi. Selain itu, Rumah Baca Onomi Niphi merupakan salah satu rumah baca yang keluar sebagai juara umum rumah baca di Provinsi Papua.

Kini istri dari Markus Tokoro ini terus bergerak mengembangkan rumah baca di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayapura. Hal ini dilakukan agar setiap kampung memiliki rumah baca yang ikut membantu mengembangkan pendidikan usia dini bagi anak-anak Papua yang ada di kampung-kampung.

Tak heran, jika setiap minggu mama Hanny selalu bergerak ke kampung-kampung yang ada di Kabupaten Jayapura, untuk memberikan semangat dan mendorong pembentukan rumah baca yang ada di kampung-kampung. Selain itu, mengajak pemerintah kampung dan distrik untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan literasi di daerahnya masing-masing.

“Sudah ada 21 rumah baca yang kita didirikan dan tersebar di 7 distrik yang ada di Kabupaten Jayapura. Kita akan bergerak terus, sehingga kedepan 1 kampung harus ada 1 rumah baca yang ada di Kabupaten Jayapura,” ujar wanita yang selalu murah senyum ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *