Gerakan QRIS Alami Peningkatan

Naek Tigor Sinaga ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Dari 4.290 pada Tahun 2019 jadi 26. 689 Merchant di Tahun 2020

JAYAPURA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, Gerakan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) mengalami peningkatan yang signifikan dari 4.290 di tahun 2019 menjadi 26. 689 merchant pada akhir tahun 2020.

Tren peningkatan ini akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya awareness masyarakat dan pelaku usaha terhadap kemudahan dari bertransaksi menggunakan QRIS. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan merchant 27.177 pada awal tahun 2021.

‘’Hadirnya QRIS sebagai salah satu alternatif kanal pembayaran juga sejalan dengan upaya pemerintah maupun rekomendasi dari WHO untuk meningkatkan penggunaan contacless atau mobile payment, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, di masa pandemi dan new normal ini, QRIS dapat jadi solusi atau alternatif pembayaran transaksi keuangan yang higienis dan aman,’’ungkapnya, Jumat (5/3) lalu.

Dijelaskan, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh pelaku usaha dari penggunaan QRIS. Antara lain membangun kredit profile pembayaran yang aman transaksi tercatat dan langsung masuk rekening. Tidak perlu menyiapkan uang kembali nilai transaksi berapa saja dapat dilakukan dan bebas resiko pencurian serta uang palsu, meningkatkan penjualan dan kecepatan dalam bertransaksi dan murah bebas biaya bagi usaha mikro.

“Pada tahun 2020 Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan perbankan telah melakukan berbagai upaya perluasan penggunaan antara lain dengan kampanye pekan QRIS nasional di bulan Maret 2020 edukasi kepada masyarakat secara berkesinambungan serta penerapan on delivery pada salah satu ritel terbesar di Indonesia,’’ujarnya.

Sedangkan tahun 2021 perluasan penggunaan QRIS akan dilakukan menyasar 9 segmen komunitas antara lain pemerintah kuliner atau kriya khas daerah, pendidikan agama termasuk tempat ibadah, pasar tradisional, warung, korporasi daerah seperti di Jayapura yang telah dilakukan pada dalam pendidikan umum dan sektor pariwisata. Tentunya sektor pariwisata ini juga berkaitan dengan pelaksanaan PON XX tahun 2021, dimana akan digencarkan penerapan QRIS pada wilayah sekitar venue PON XX, hotel dan restoran, serta tempat umum pusat keramaian.

‘’Dalam implementasinya QRIS mendapat sambutan baik dari masyarakat dan pelaku usaha di Papua,”tandasnya.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *