Aktivitas Budaya Masyarakat Adat Mulai Didata

Tim Penyusun Hak Kekayaan Intelektual Komunal ketika melakukan identifikasi terhadap aktivitas budaya masyarakat adat Kabupaten Jayapura, di Ruang Sekda Kabupaten Jayapura, Kamis (4/3/). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Tim Penyusun Hak Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Jayapura melakukan pemutakhiran data kebudayaan masyarakat hukum adat.

Tim yang ditugaskan untuk mencari, mengumpulkan dan mengkaji aktivitas budaya masyarakat adat itu, bersama-sama Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham untuk melaporkan aktivitas budaya masyarakat adat ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKi) Kementerian Hukum dan HAM RI, guna mendapatkan hak paten.

Ketua Tim Penyusun Hak Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Jayapura, Jaap Suebu menjelaskan, pihaknya saat ini telah melakukan pemutakhiran data kebudayaan masyarakat hukum adat di Kabupaten Jayapura.

“Kita sudah rilis untuk didaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI. Tim sudah melakukan pemutakhiran data yang terupdate,” kata Jaap Suebu kepada wartawan saat ditemui di Ruang Sekda Kabupaten Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, Kamis (4/3).

Lanjut Jaap Suebu, pemutakhiran data kebudayaan masyarakat hukum adat itu mulai dilakukan pihaknya sejak 26 Februari 2021 lalu atau selama sepekan ini. “4 Maret 2021 ini, pemutakhiran data baik identifikasi ekspresi budaya tradisional, pengetahuan tradisional, induk geografis dan sumber daya genetik sudah mencapai 75 aktivitas budaya masyarakat adat,” katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya terus bekerja dalam beberapa waktu ke depan sambil menunggu tim dari Kanwil Kemenkumham Papua, yang mana saat ini sedang melakukan identifikasi yang sama di Kabupaten Biak Numfor.

“tim kekayaan intelektual komunal berterimakasih kepada Bupati dan Sekda Kabupaten Jayapura. Apa yang kami lakukan ini sejalan dengan program bupati terkait Kebangkitan Masyarakat Adat. Nah, program kebangkitan adat itu diibaratkan satu bentuk rumah adat, yang mana kami diberikan tanggung jawab mengisi rumah adat tersebut, diantaranya pengetahuan tradisional yang merupakan hak-hak dasar dari orang Jayapura,” tuturnya.

Jaap Suebu mengaku, tugas dari tim ini adalah mengupayakan pelestarian hak-hak kebudayaan Kabupaten Jayapura agar tidak punah dimakan zaman.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *