2,8 Juta Sudah Divaksin, Belum ada KIPI Serius

Warga lanjut usia (lansia) mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara drive-thru di area parkir Hall C JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3/2021). Kementerian Kesehatan bersama para Mitra melakukan Vaksinasi Frive-thru bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat terutama Lansia untuk divaksin covid-19. FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS.

JAKARTA, Jawa Pos-Menurut catatan Satgas Pengendalia Covid-19 hingga kemarin (7/3) ada 2.888.757 orang yang mendapatkan vaksin Covid-19 pertama dan 1.133.787 orang yang sudah vaksinasi kedua. Hingga kini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) secara serius.

Pada gelombang kedua vaksinasi Covid-19, pemerintah menargetkan akan melakukan vaksin untuk pekerja di sektor publik dan lansia. Targetnya ada sekitar 38 juta orang. Vaksinasi gelombang ini akan diselesaikan pada Juni nanti.

Vaksinasi pada lansia merupakan yang terbaru. Sebab baru pertengahan Februari lalu, Kemenkes mengeluarkan surat edaran dibolehkannya vaksin Covid-19 bagi lansia, pemilik penyakit komorbid terkontrol, dan ibu menyusui.

Sejauh pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat. Hanya gejala ringan yang dialami Lansia pasca vaksinasi Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan tidak ada laporan untuk KIPI. “Mengenai KIPI, sejauh ini belum ada kejadian KIPI yang berat namun kejadian KIPI memang ada itu angkanya 4,2 per 1 juta vaksinasi,” ungkapnya. Angka KIPI sangat rendah jika dibanding yang berhasil divaksin. Kejadian KIPI yang biasa terjadi adalah gatal-gatal ringan.

Namun, ada beberapa komorbid atau penyakit penyerta terutama hipertensi yang menyebabkan tertundanya pemberian vaksinasi. “Sudah dilakukan relaksasi batas tekanan darah yang sebelumnya di bawah 140 menjadi 180 boleh divaksinasi,” katanya.

Dante menekankan vaksinasi Covid-19 ini terus diupayakan selesai sampai akhir 2021. Terkait vaksin yang dipakai tidak hanya Sinovac tetapi ada platform lain yang akan didatangkan ke Indonesia. Antara lain Pfizer, Novavax, dan Astrazeneca. Untuk mengejar target tersebut pelaksanaan vaksinasi harus diubah menjadi sebuah gerakan bukan lagi program.

Menurut Dante, gerakan vaksinasi mengharuskan semua elemen masyarakat ikut andil mensukseskan vaksinasi sesuai waktu yang ditetapkan. Swasta, asosiasi-asosiasi, hingga keluarga harus ikut membantu gerakan vaksinasi. ”Jadi gerakan vaksinasi ini percepatannya tidak secara eksklusif oleh Kemenkes tapi oleh seluruh masyarakat karena narasinya bukan lagi sebagai program tapi gerakan nasional secara bersama,” tutur Dante.

Sementara itu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemerintah Indonesia menyatakan keseiapan menjalankan vaksinasi Covid-19. Kesiapan ini terkait dengan kebijakan Arab Saudi yang mewajibkan jamaah haji untuk terlebih dahulu divaksin Covid-19. Namun Yaqut mengatakan sampai saat ini pemerintah menunggu keputusan Arab Saudi. ’’Apakah haji tahun ini dibuka atau tidak,’’ katanya.

Ketika nanti ada keputusan resmi dari Arab Saudi, pemerintah Indonesia baru bisa menjalankan persiapan teknis. Meskipun begitu Yaqut menjelaskan Kemenag sudah menyiapkan skenario penyelenggaraan haji di tengah pandemi Covid-19. Tetapi skenario tersebut masih bersifat prediksi, karena belum ada kebijakan resmi dari Saudi.

Pelaksanaan vaksinasi untuk calon jamaah haji yang bakal berangkat juga bagian dari antisipasi Kemenag. ’’Tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan vaksinasi massal,’’ jelasnya. Selain itu juga skenario menetapkan jamaah yang bisa berangkat. Ketentuan ini dikaitkan dengan resiko penularan Covid-19 untuk kelompok masyarakat terentu. Misalnya untuk lansia, orang dengan penyakit penyerta, dan sejenisnya.

Menurut dia pelaksanaan haji di tengah pandemi tentu berbeda dengan kondisi normal. Pemerintah Arab Saudi tentu sedang mengkaji bagaimana pelaksanaan haji yang aman di tengah pandemi. Tahun lalu penyelenggaraan haji hanya dibuka untuk sekitar seribu orang. Itupun hanya dari jamaah dalam negeri Saudi. (lyn/wan/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *