Tiba di Jayapura, Sekda Dance Flassy Siap Bertugas

Sekda Provinsi Papua, Dance Yulian Flassy, SE., M.Si., saat tiba di ruang VIP Bandara Sentani, Kamis (4/3). ( FOTO: Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Setelah dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Sekda Provinsi Papua di Kemendagri, Senin (1/3), Dance Yulian Flassy, SE., M.Si., sudah tiba di Jayapura, Kamis (4/3) kemarin sekira pukul 10.00 WIT.

Kedatangan Sekda Dance Flassy disambut ratusan warga yang tergabung dalam berbagai organisasi dan forum elemen masyarakat  untuk memberikan dukungan moril dan semangat.

Mereka membawa berbagai baliho yang bertuliskan ucapan dukungan dan profisiat kepada Dance Flassy. Tulisan di spanduk yang dibawa di antaranya “Selamat datang Sekda Papua, Bapak Dance Yulian Flassy. Spanduk ini mengatasnamakan Dewan pengurus pusat, pemuda dan pelajar Mahasiswa Intelektual  Masirei Papua.
keluar dari pintu ruangan VIP Bandara Sentani,  Sekda Dance tampak tersenyum, menyapa dan menyalami warga yang datang memberikan duungan kepadanya.
Setidaknya, lebih dari tiga jam rombongan Sekda Papua itu berada di ruang VIP Bandara Sentani. Belum diketahui apa yang diperbincangkan dalam rentang waktu tersebut.

Sejumlah pejabat daerah  termasuk bupati Tolikara dan juga anggota DPR dari beberapa kabupaten juga turut hadir di sana.

Sekda Papua itu baru meninggalkan ruang VIP Bandara Sentani sekira pukul 13.20.

Sebelum meninggalkan ruang VIP itu, Dance berkesempatan bertemu sejumlah awak media. Kepada wartawan dia mengaku, akan melaksanakan tugasnya sebagai Sekda Papua setelah bertemu dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe. “Intinya saya ketemu pak Gubernur dulu. Lain-lain setelah lapor gubernur. Saya kira itu dulu,” katanya.

Ketika ditanya tanggapannya mengenai  pernyataan Gubernur Papua yang menyebutkan bahwa Penjabat Sekda Papua, Doren Wakerwa yang dilantik oleh Gubernur Papua melalui Wagub Papua, Klemen Tinal, Senin (1/3) lalu yang akan melaksanakan tugas enam bulan ke depan. Dance Flassy enggan berkomentar.

Menurutnya, persolaan itu, sepenuhnya akan diserahkan ke Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. “Itu, saya tidak jawab itu. Itu serahkan ke Menteri Dalam Negeri,” tegasnya singkat.

Sementara itu, pengamanan di Kota Jayapura ditingkatkan jelang aktivitas perdana Sekda Papua Dance Flassy yang dilantik Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta dan Doren Wakerkwa yang dilantik Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal sebagai Penjabat Sekda, Senin (1/3) lalu.

Sebanyak 120 personel disiagakan untuk mengantisipasi dampak gangguan keamanan di Kota Jayapura.

Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav R Urbinas mengatakan, menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat secara normatif maupun pimpinan Polda Papua. Anggota Polresta melakukan kegiatan monitoring maupun kegiatan patroli untuk mengantisipasi situasi kondisi fenomena yang ada dalam masyarakat.

“Personel kita dari pagi melaksankaan patroli dengan pemantauan situasi wilayah, mulai dari batas kota heram hingga kantor gubernur untuk menciptakan rasa aman dan kondusivitas kegiatan aktivitas masyarakat di Kota Jayapura,” ucap Kapolresta Gustav Urbinas kepada wartawan, Kamis (4/3).

Dikatakan, dalam pengamanan, sebanyak 1 kompi personel terbuka berseragam terdiri dari personel Polda Papua, anggota Polresta Jayapura Kota dan anggota Brimob Papua. Selain itu, kurang lebih 1 pleton unit tertutup untuk melakukan mobile tertutup mengawasai kondisi dan situasi di lapangan maupun pada saat nanti apabila rombongan Sekda Papua berkegiatan di wilayah Kota Jayapura.

“Secara umum kami cuman menjaga wilayah hukum Polresta tetap aman dan kondusif, tidak ada gangguan Kamtibmas yang disebabkan oleh fenomena yang ada di masyarakat. Semua harus berpikiran dewasa, harus tetap menjaga ketertiban masyarakat  dan aktivitas harus berjalan di tengah masyarakat. Tidak boleh dihambat dan menciptakan gangguan Kamtibmas,” tegasnya.

Gustav menegaskan, jika ada aksi pengumpulan massa maka langsung dibubarkan. Sebagaimana  payung hukum penanganan pandemi dimana tidak memperbolehkan dan melarang adanya aksi-aksi pengumpulan massa yang terjadi. Terlebih tanpa rekomendasi maupun ijin dari pihak kepolisian dan Satgas Covid-19 Kota Jayapura.

“Apabila ada yang melakukan spontanitas yang tidak dapat ditolerir dan membahayakan, maka kita akan bubarkan. Bahkan yang bertanggung jawab aksi akan kita amankan dan dilakukan pemeriksaan,” tegas Kapolresta.

Dikatakan, situasi wilayah Kota Jayapura hingga saat ini aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa. (roy/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *