Pria Paro Baya Ditemukan Tewas

Wakapolres Merauke Kompol Leonardo Yoga, SIK saat mendatangi TKP penemuan jenazah laki-laki yang diduga mengalami kekerasan fisik, Kamis (4/3) kemarin. (FOTO:  Sulo/Cepos)

MERAUKE-Seorang pria paro baya berumur  51  tahun yang diketahui bernama  Gerasius Ndiken ditemukan tak bernyawa di sekitar Mbuti, Kelurahan Samkai Merauke,  Kamis (4/3) sekitar pukul  06.00 WIT,  oleh seorang warga yang kebetulan lewat di tempat tersebut.

   Setelah Polisi  mendapatkan laporan adanya sosok jenazah laki-laki yang ditemukan tak bernyawa tersebut, selanjutnya langsung menuju ke TKP dan melakukan  identifikasi dan olah TKP serta mengevakuasi ke kamar jenazah RSUD Merauke.

  Kapolres Merauke AKBP Ir Untung Sangaji, M.Hum  melalui Wakapolres Merauke Kompol  Leonardo Yoga, SIK dikonfirmasi membenarkan penemuan sesosok laki-laki  tersebut. Sesuai identitas  KTP yang ditemukan pada diri korban, korban selama ini tinggal di Wayau Distrik Animha Merauke. Namun Wakapolres mengaku belum mendapatkan informasi  kedatangan korban ke  kota dalam rangka apa.

   Namun  yang jelas, kata Wakapolres, ditemukan sejumlah luka di kepala korban. “Ada dugaan akibat kekerasan pada diri korban,” jelasnya.

  Soal adanya balok yang ditemukan di sekitar TKP, Wakapolres mengaku  bahwa pihaknya belum bisa menghubungkan balok yang ditemukan di TKP  dengan kekerasan yang didapatkan  korban. “Ini yang sementara  dalam penyelidikan dan pengungkapannya nanti,” terangnya.   

  Soal apakah ada saksi  saat kejadian tersebut, Wakapolres mengaku bahwa saat ini sedang dalam pencarian. “Sampai saat ini, tim gabungan  sedang  mencari apakah saat  peristiwa itu ada  yang melihat  secara langsung kejadian tersebut,” terangnya.

   Namun lanjut  Wakapolres, pihaknya  berupaya  untuk mengungkap kematian korban tersebut. “Sementara jenazah masih di  kamar mayat RSUD Merauke dan keluarga  sementara berkoordinasi untuk pemakaman. Tapi secara tindakan-tindakan kepolisian kita akan menelusuri secara pasti, penyebab kematian dari korban. Kita akan menyelidiki lebih dalam. Apakah ini penganiayaan  atau kecelakaan, kita akan selidiki lebih dalam,” tandasnya

  Sebab, tambah Wakapolres, bahwa berdasarkan hasil visum yang dilakukan dokter kesehatan Polres Merauke bahwa ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di kepala korban. Ada luka di pelipis kanan,  luka terbuka di kepala belakang, luka di hidung sebelah kanan dan luka terbuka dipipi kanan,” tambahnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *