Hanya 20.000 Tenaga Honorer Diusulkan

Wagub Papua, Klemen Tinal, SE., MM., didampingi Penjabat Sekda Papua, Doren Wakerkwa saat memberikan keterangan pers di Gedung Negara, Provinsi Papua, Kamis (4/3). ( FOTO:  Yohana/Cepos)

Klemen Tinal:  Sisanya Akan Kami Perjuangkan

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua telah merevisi data tenaga honorer yang diusulkan ke pemerintah pusat. Pasalnya data yang diterima Pemprov Papua sebanyak 64.000 orang dan ini melebihi kuota 20.000 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., mengatakan, setelah dilakukan revisi, akan langsung dikirim ke pemerintah pusat sesuai dengan kuota yang diberikan 20.000. “Data real kita keseluruhan ada 64.000 orang. Namun untuk saat ini kita ajukan yang kuota 20.000 dulu,” jelas Wagub Klemen Tinal kepada wartawan di Gedung Negara Provinsi Papua, Kamis (4/3).

Wagub Klemen Tinal menyebutkan, dari 20 ribu kuota tenaga honorer yang diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kemenpan-RB, yang diprioritaskan adalah 12 ribu orang tenaga honorer yang tergabung dalam forum tenaga honorer.

Klemen Tinal menyampaikan bahwa semakin banyak honorer yang ingin menjadi pegawai negeri akan semaikin baik. “Untuk saat ini kuota 20 ribu dulu, nanti yang sisanya akan kami perjuangkan. Secara pribadi saya sangat senang jika orang Papua semua mau jadi pegawai negeri, akan tetapi caranya ya melalui koordinasi perlahan tetapi pasti,” ujarnya.

Dengan melakukan koordinasi secara bertahap antara Pemprov Papua dan pemerintah pusat, maka secara bertahap tenaga honorer yang ada bisa diangkat menjadi pegawai negeri. “Kami minta kepada semua honorer untuk terus mendukung kami dalam doa,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua, Nicolaus Wenda mengatakan terkait 20 ribu kuota yang diberikan bagi honorer Papua, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Wagup Papua terkait usulan kuota tersebut.

“Setelah mendapat kesepakatan dari Wagub, maka kami akan meneruskan keputusan tersebut kepada setiap kabupaten maupun kota yang ada untuk mengevaluasi kembali terkait usulan kuota honorer 20 ribu,” jelasnya.

Nicolaus Wenda menambahkan bahwa kuota yang akan diusulkan sesuai dengan keputusan dari Kemenpan-RB yaitu 20 ribu orang. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *