Rumah Dinas Bupati dan Aula Kantor Bupati Asmat Dirusak

Kondisi salah satu kios milik warga yang dirusak massa, pasca pelantikan bupati dan wabup Asmat, Rabu (3/3). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Kericuhan dilaporkan terjadi di Kabupaten Asmat usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Asmat yang dilakukan di Gedung Negara, Rabu (3/3).

Massa berjumlah 200-an orang yang membuat kericuhan dilaporkan melakukan pengrusakan di aula kantor Bupati Asmat, rumah dinas bupati  serta beberapa rumah warga.

Irwasda Papua Kombes Pol Alfred Papare mengatakan, sebelum kejadian Kapolres dan jajaran di lapangan sudah melakukan antisipasi pengamanan di beberapa titik yakni kantor KPU, Kantor Bawaslu dan Kantor Kominfo.

“Dalam kejadian tersebut sempat ada yang melempar bom molotov, sehingga ada tindakan tegas dari aparat dengan melakukan tembakan peringatan agar massa membubarkan diri,” terang ungkap Alfred Papare kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/3).

Lanjutnya, sebanyak 11 orang diamankan akibat kericuhan tersebut. Mereka diduga sebagai provokator aksi dan sementara diamankan di Polsek dan akan dievakuasi ke Polres Asmat untuk dilakukan pemeriksaan.

Dikatakan, kekuatan anggota yang melakukan pengamanan di Kabupaten Asmat sekira 170 personel gabungan TNI-Polri. Dimungkinkan bakal ada penambahan pasukan untuk melakukan pengamanan di Kabupaten Asmat.

“Kapolres sudah melaporkan kepada pimpinan untuk meminta backup, kemungkinan besar, Kamis (4/3) sudah ada dukungan personel dari Brimob Merauke untuk membackup di Asmat,” ucapnya.

Dirinya berharap massa dari pendukung pasangan calon nomor urut 02 saat Pilkada bisa menerina kekalahan dan mengakui kemenangan yang sudah diraih oleh paslon nomor urut 01 dan sudah dilakukan pelantikan.

“Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda yang ada di Asmat bisa membantu TNI-Polri untuk menjaga Kamtibmas tetap kondusif serta memberikan pencerahan kepada mereka yang melakukan aksi protes,” pintanya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan sebanyak 11 orang  yang diamankan masih dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Asmat. Pasca kejadian, situasi di Kabupaten Asmat relatif kondusif. Personel gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli di seputaran Agats ibukota Kabupaten Asmat untuk menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Asmat tetap tenang dan tidak mudah terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Asmat,” kata Kamal.

Kamal menerangkan, sekira pukul 12.30 WIT. sekelompok orang melakukan pengerusakan di kantor bupati dan kediaman bupati. Dimana sebelumnya, personel TNI-Polri telah diploting pada tiga titik untuk mengamankan jalannya pelantikan di kantor Kominfo, dan sebagian anggota mengamankan kantor KPU dan Bawaslu.

Usai acara pelantikan secara virtual Bupati dan Wakil Bupati Asmat yang dilaksanakan di Gedung Negara Jayapura, muncul massa pendukung paslon nomor urut 02 yang dipimpin calon wakil bupati nomor urut 02 Bonifasius Jakfu yang membuat keributan karena menolak hasil Pemilukada di Kabupaten Asmat.

Sekira pukul 12.30 WIT, personel bersama Kapolres Asmat menuju ke kantor bupati untuk meredakan keributan dari massa pendukung Paslon nomor urut 02. Namun massa tidak menerima imbauan yang diberikan oleh Kapolres Asmat malah melakukan orasi di kantor KPU dan Bawaslu.

Usai melakukan orasi, massa kemudian kembali ke kantor bupati dan langsung melakukan kekacauan dengan merusak gedung  aula Ja Asamanam Ap Camar.

Masyarakat yang sudah berkumpul di Sekretariat Paslon nomor urut 02 bahkan membawa alat tajam berupa panah, tombak menuju kediaman Bupati Asmat Elisa Kambu dan langsung melakukan pengerusakan. “Personel yang melakukan pengamanan pada Pos Kediaman Bupati Asmat juga ikut diserang massa,” kata Kamal.

Sementara itu, Karo Ops Polda Papua Kombes Pol Jeremias Rontini mengatakan, dua kabupaten yang berpotensi terjadi keributan dalam pelantikan kepala daerah. Untuk itu, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Dari situasi yang saya lihat potensi keributan terjadi di Kabupaten Yalimo dan Nabire. Antisipasi yang kami lakukan adalah para Kapolres melakukan pendekatan kepada para tokoh agar situasi wilayah hukumnya tetap aman dan kondusif,” ucap Rontini.

Dikatakan, pihaknya telah membuat arahan ke jajaran untuk hal ini. Sehingga Kapolres yang ada di dua kabupaten tersebut bisa mengambil langkah-langkah antisipasi.

“Bagi saya, 11 kabupaten yang sudah menggelar pelaksanaan Pilkada tahun ini cukup kondusif dibanding Pilkda sebelumnya,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *