Miliki Senpi Ilegal, 3 Orang Jadi  Tersangka   

Wakapolres  Kompol Leonardo, Yoga, SIK  ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kepolisian Resort Merauke menetapkan 3 orang tersangka kepemilikan senjata  api secara ilegal.  Ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut masing-masing berinisial AG, R dan S.  Bahkan  R dan S merupakan orang tua dan anak. “Kita sudah menetapkan 3  orang sebagai tersangka masing-masing  berinisial AG, R dan S,” kata  Kapolres Merauke AKBP Ir  Untung Sangaji, M.Hum melalui Wakapolres Kompol Leonardo, Yoga, SIK  ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruangannya, Rabu (3/3).

   Wakapolres menjelaskan bahwa  tidak menutup  kemungkinan tersangka bertambah. Karena saat  ini pihaknya masih terus mendalami dan mengembangkan  kasus tersebut. ‘’Kita benar-benar mencari terpenuhinya unsur-unsur. Kita akan mendalami dan jika ada tambahan tersangka, maka kita akan adakan press release kembali,” terangnya.

   Wakapoles menjelaskan, bahwa dari ketiga tersangka tersebut ada yang memiliki kemampuan untuk merakit dari besi-besi atau bekas senjata menjadi senjata api yang berfungsi dengan baik. ‘Senjata api yang diamankan itu  semuanya rakitan,”  terangnya.

   Soal peluru tajam yang diamankan  dari para tersangka, Wakapolres mengaku sedang didalami. “Nanti kalau memang terbukti ada keterlibatan anggota, anggota manapun itu, kita akan proses dan ekspose. Tapi sejauh ini,  mereka  mengaku menemukan seperti itu. Tapi, kita tidak langsung percaya  seperti  itu, tapi betul-betul kita dalami,” jelasnya.

    Jika sebelumnya disampaikan  5 senjata api  yang berhasil diamankan,  menurut Wakapolres  bahwa ada tambahan  1 pucuk senjata api  dari Kampung Tomerau Distrik Naukenjerai.  Satu pucuk sejata api  yang berhasil diamankan dari Kampung Tomerau tersebut merupakan hasil pengembangan  dari penemuan senjata api sehari sebelumnya.

   ‘’Setelah kita melakukan pemeriksaan, kemudian tim bergerak ke  Tomerau dan dari sana ditemukan 1 pucuk senjata api rakitan milik AG,’’ pungkasnya. Para tersangka dijerat dengan UU  darurat dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *