Diharapkan Miliki Visi-Misi yang Jelas

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., didampingi Wagub Klemen Tinal, SE., MM., saat mengambil sumpah/janji dan melantik bupati dan wakil bupati Keerom, Asmat, Merauke dan Pegunungan Bintang di Gedung Negara, Rabu (3/3) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

Pesan Gubernur Lukas Enembe kepada Bupati dan Wabup yang Dilantik

JAYAPURA-Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., memberikan pesan kepada bupati dan wakil bupati Keerom, Asmat, Merauke dan Pegunungan Bintang yang secara resmi diambil sumpah/janjinya dan dilantik di Gedung Negara Provinsi Papua, Rabu (3/3).

Dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal, SE., MM., bupati dan wakil bupati yang baru dilantik diminta untuk segera membuat RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang jelas visi misinya.

“Visi dan misi para bupati dan wakil bupati yang baru dilantik ini harus jelas agar semua masyarakat tahu. Apa tujuan dan kemajuan daerahnya serta harus disesuaikan dengan kekayaan, kekuatan yang ada di tempat masing-masing,” jelasnya.

Gubernur Enembe memberi contoh Kabupaten Keerom yang harus menjadi lumbung pangan bagi kebutuhan di wilayah Tabi. “Jangan terbalik visi dan misinya. Dengan demikian rakyat juga akan ikut serta menyukseskan visi-misi dari para pemimpin daerahnya,” tegasnya.

“Rakyat adalah subjek pembangunan dalam era reformasi. Rakyat bukan objek, para bupati dan wabup harus bertanggung jawab kepada rakyatnya. Karena rakyat yang memilih para bupati dan wabup. Oleh sebab itu kepada rakyatlah harus kita lakukan pertanggung jawaban kita,” sambungnya.

Terkait hal ini, Gubernur Enembe juga meminta bupati dan wabup yang sudah dilantik untuk segera kembali ke daerahnya, agar dapat membantu membangun daerahnya masing-masing. “Pelantikan bupati dan wakil bupati dari empat kabupaten yakni Keerom, Asmat, Pegubin dan Merauke bukan kebetulan ditunda, namun karena campur tangan Tuhan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengakui bahwa  bupati merupakan pemimpin tunggal di daerahnya, yang dapat memimpin daerahnya masing-masing dan harus menjadi lilin yang bersinar menerangi semua sudut di daerahnya.

“Tugas kami, gubernur dan wakil gubernur merupakan wakil dari pemerintah pusat, akan tetapi untuk konteks Papua ada tambahan 1 tugas lagi yaitu UU 21, yang artinya mewakili pemerintah pusat dan otonomi khusus,” pungkasnya.

Pelantikan bupati dan wakil bupati Keerom, Asmat, Merauke dan Pegunungan Bintang yang dilakukan Gubernur Papua, berdasarkan keputusan  Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Nomor 131-91-383 tahun 2021, tentang perubahan atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131-91-353 tahun 2021 tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 di kabupaten pada Provinsi Papua.

Adapun bupati dan wakil bupati yang dilantik yaitu Piter Gusbager, S.Hut., MUP., sebagai Bupati Keerom dan Drs. Wahfir Kosasih, SH, MH, M.Si., sebagai Wakil Bupati Keerom.

Kemudian, Drs. Romanus Mbraka, MT., sebagai Bupati Merauke didampingi H. Riduwan, S.Sos., M.Pd., sebagai Wakil Bupati Merauke.

Untuk Bupati Asmat, Gubernur Lukas Enembe mengambil sumpah/janji serta melantik Elisa Kambu, S.Sos., yang didampingi Thomas E. Safanpo, ST., sebagai Wakil Bupati Asmat.

Sementara Spei Yan Birdana, ST., M.Si., diambil sumpah/janjinya dan dilantik sebagai Bupati Pegunungan Bintang didampingi Piter Kalakmabin, A.Md., sebagai Wakil Bupati Pegunungan Bintang. (ana/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *