Tak Ada Tipiring dari Kasus Keimigrasian

Kombes Pol Kasmolan (pegang mic) memberikan penjelasan soal penanganan kasus keimigrasian yang dilakukan Polda Papua saat jumpa pers di Mako Satrol Lantamal X Jayapura, Senin (1/3) (Gamel Cepos)

JAYAPURA –  Dari berbagai kasus keimigrasian yang terjadi diwilayah perairan Polda Papua, pihak Polair memastikan seluruh kasus diproses hukum dengan mekanisme yang ada. Tak betul pelaku penyelundupan hanya diberi sanksi tipiring bahkan dikatakan sanksi yang diberikan biasa lebih berat 1 tahun. Terkait dengan data kasus keimigrasian yang ditangani Pol Air tahun 2019 tercatat kasus dari PNG ada 7 kasus dimana 5 kasus adalah masalah narkoba.

“Di tahun 2020 tak ada kasus keimigrasian yang kami tangani namun di tahun 2019 ada 7 kasusdan di tahun 2021 ini ada 3 kasus yang kami tangani padahal ini masih awal tahun,” kata Kombes Pol Kasmolan perwakilan Ditpolair Polda Papua saat memberikan keterangan pers di Mako Satrol Lantamal X Jayapura, Senin (1/3). Polda memprediksi tahun ini angka kasus akan meningkat mengingat di awal tahun sudah 3 kasus yang ditangani.

Disini Kasmolan menambahkan bahwa seluruh perkara yang ditangani dipastikan berlanjut dengan proses hukum. “Proses penyidikan yang kami lakukan adalah proses penyidikan biasa, bukan tipiring dan hukumannya selalu maksimal, diperberat 1 tahun,” sambungnya. Catatan Ditpolair dari kasus yang ditangani ternyata ada pelaku yang sudah 3 kali masuk penjara sehingga bisa disebut sebagai residivis. “Kami pastikan tidak ada yang lolos, tidak ada yang sepele dan semua terselesaikan dengan mekanisme hukum yang ada. Kendala yang kami hadapi hingga kini tidak terlalu berarti, semua bisa berjalan baik,” imbuhnya.

Sementara pihak bea cukai yang diwakili, Robby Candra menyampaikan bahwa pihaknya sudah membentuk tim pengawas orang asing  dimana disetiap tahun dilakukan rapat pengawasan dan disitu saling bertukar informasi. “Untuk sinergitas kami sudah bentuk tim dan sudah ada MoU  dengan pemerintah kabupaten kota dan bisa didukung dengan operasi intelejend sama – sama. Hanya untuk pandemi ini kami memiliki keterbatasan untuk bertemu orang namun tidak melemahkan kami. Ini semua untuk mengamankan negara kita,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *