Penjualan Premium di Pinggir Jalan Masih Marak

Penjualan premium bensin di pinggir  jalan di Jalan Ahmad Yani  yang berjarak kurang dari 100 meter dari SPBU yang ada di jalan tersebut. ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Kendati  Polres Merauke dalam hal ini  Kasat Keskrim  AKP Agus F. Pombos, SIK telah mengeluarkan surat imbauan kepada  pedagang kios untuk tidak lagi menjual BBM Subsidi  berupa premium dan  minyak tanah di pinggir-pinggir jalan, namun sampai  Selasa (2/3) kemarin, penjualan premium  di pinggir jalan tersebut  masih  terus berjalan.  Termasuk penjualan  minyak tanah lewat media sosial juga  masih tetap berjalan.

   “Saya lihat penjualan minyak tanah lewat media sosial hingga sekarang ini  masih tetap berjalan,” kata Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP  Agus F. Pombos, SIK ditemui Cenderawasih Pos, kemarin.

   Kasat menjelaskan bahwa  untuk  pelaku penjualan minyak tanah lewat media sosial  yang sudah diamankan dan telah menjalani pemeriksaan,  proses hukumnya  tetap berjalan. “Rencana hari ini kita akan melakukan gelar perkara untuk penetapan  tersangka atas kasus tersebut,” tandas Kasat Reskrim.

   Sementara untuk   penjualan  BBM premium di pinggir-pinggir  jalan yang masih  terus berjalan, Kasat Reskrim menjelaskan  bahwa  yang  jelas  pihaknya sudah memberikan surat imbauan untuk  stop jual BBM subsidi  tersebut.”Yang jelas, saya komitmen untuk dalam area kota tidak boleh ada penjualan bensin di pinggir-pinggir jalan. Surat imbauan sudah  kita berikan dan ada batas waktu  tertentu  kita bertindak setelah surat imbuan kita itu sudah  tersosialisasi,” tandas Kasat Reskrim.

   Untuk diketahui, bahwa akibat penjualan  BBM subsidi baik premium  maupun  minyak tanah membuat  masyarakat kesulitan mendapatkan kedua jenis BBM tersebut.  Kalaupun ada,  harganya sudah sangat tinggi. Untuk minyak tanah dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan sebesat Rp 3.500/liter, menjadi Rp 5.500-8.000/liter. Sementara untuk bensin jika di SPBU harganya  Rp 6.450/liter, jika sudah di pinggir jalan harganya  sampai Rp 9.000/liter. Anehnya, premium tersebut hampir tidak  dijual lagi di SPBU tapi   justru marak dijual di pinggir-pinggir jalan. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *