Pemimpin di Papua Perlu Menyadari, Seni Dapat Mempersatukan Semua Orang Papua

Tampak Seniman Papua saat membawahkam lagu dalam acara HUT BOB Marley di Cafe Sun Shine Perumnas I Waena belum lama ini. foto: Noel/Cepos

JAYAPURA – Setiap kepala daerah yang ada di Provinsi Papua di kabupaten kota diharapkan untuk tidak menganggap sepele seni yang lahir dari masyarakat asli Papua Tetapi bagaimana mengembangkannya dan memeliharanya. Hal ini dikatakan, salah satu seniman senior Papua dari grup Ko’Nak akustik Sonny Wanda, ia menjelaskan bahwa sebenarnya seni dan budaya itu bisa membangun kelompok manusia.

“Orang Papua harus belajar selama kultur, budayanya dan seni yang kuat itu ada baru kita bisa membangun manusia yang kuat dan jika pemimpin melupakan hal ini, mungkin dia hanya berpikir diri sendiri dan masalahnya adalah jangan sampai komunitas musisi tidak mempercayai pemimpinnya tetapi pemimpinnya harus membangun kebersamaan bersama seniman,” katanya.

Sonny menjelaskan bahwa hingga saat ini setiap pemimpin daerah lebih menonjol di hal politik dan hal lainnya merupakan seni yang merupakan jati diri orang Papua yang seharusnya dilestarikan dan dijaga bersama. “Mau bangun sesuatu berdasarkan politik silakan tetapi mereka harus melihat dari nilai seni dan budaya, tidak bisa terlepas ini harus melekat,” Katanya.

Setiap pemimpin yang ada di legislatif maupun eksekutif ia mengajak agar berpikir bahwa seniman dan budaya kita lagi kehilangan jati dirinya untuk itu hal ini penting untuk menjadi hal Serius bagi setiap pemimpin dan tidak menganggap hal sepele karena ini membutuhkan sentuhan pemimpin

“Seniman Papua sudah lama dilupakan dan kita meminta agar setiap pemimpin di Papua dapat menghargai anak Papua di negerinya sendiri untuk, memiliki tempat berekspresi, ” Katanya.

Hal senada juga di katakan, Ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Teddy Pekey ia mengatakan, selama berjalannya otsus selama 20 tahun keberpihakan otonomi terhadap musisi Papua sangat minim dan benar-benar tidak disadari oleh pemerintah daerah maupun provinsi sementara seni dan budaya merupakan Jatidiri orang asli Papua yang perlu diangkat dengan otonomi khusus yang ada.

” Keberpihakan otonomi khusus terhadap seniman Papua sama sekali tidak ada itu yang kami, rasa sampai saat ini,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa belum ada niat pemerintah daerah di kabupaten kota untuk merasa penting adanya peningkatan seniman baik lewat musik tarian dan budaya secara serius.” Kami sudah meminta kepada gubernur provinsi Papua untuk membangun pusat gedung seniman Papua di Expo Waena dan itu terus menjadi harapan kami agar menjadi tempat pusat seni dan budaya bagi orang Papua dengan berbagai macam suku yang ada di Papua kita harus disatukan dalam satu tempat untuk bersama-sama menampilkan budaya kita yang seterusnya dicatat dan juga dijadikan sebagai dasar dan identitas orang Papua lewat seni, ” Kayanya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *