OAP Harus jadi Pelaku Usaha, Bukan Objek

Dosen Akuntansi FEB Uncen, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak, saat memberikan keterangan kepada cenderawasih pos di Kampus Waena, Kota Jayapura. ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan Orang Asli Papua (OAP) yang mandiri dibidang wirausaha mendapatkan tanggapan dari Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak.

Menurut Kurniawan, ekonomi kreatif saat ini adalah wahana yang sangat potensial dan menjanjikan dalam kewirausahaan di Bumi Cenderawasih.

“OAP harus mengambil peran sebagai pelaku bukan  sebagai objek. Beberapa anak muda asli Papua sudah bergerak menginisiasi ekonomi kreatif dan ini bukti bahwa Papua pun sangat bisa,” ungkapnya saat dihubungi Cenderawasih pos, Senin (1/3).

Menurut Alumni Akuntansi FEB Uncen tahun 2009 ini, produk berupa barang dan jasa yang merupakan khas dari Papua harus menjadi platform kewirausahaan kreatif yang harus dikembangkan ke depan.

“Hal yang tak kalah penting adalah literasi digital dalam ekonomi kreatif sangat penting. Pengusaha muda asli Papua harus melek digital agar tidak menjadi digital imigrant di negerinya, tetapi bisa menjadi digital native,” tutur Kurniawan.

Kurniawan berharap, ke depan para anak-anak muda di Papua, khusus pemuda-pemudi OAP bisa mengambil peluang yang ada dalam mengembangkan wirausaha ke depan.

“Kita tentu memiliki kerinduan suatu saat anak anak muda asli Papua bisa menciptakan start up yang bisa mendorong akselerasi perekonomian di Papua,”tandasnya.  (bet/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *