Gereja Katolik Melarang Miras 

Pastor Anselmus Amo, MSC ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Jika Majelis Rakyat Papua  dengan tegas menolak izin investasi Miras,  maka pandangan gereja Katolik terhadap Miras tersebut hampir sama dengan pandangan MRP tersebut. Meski tidak menolak izin investasi Miras tersebut, namun  gereja Katolik menyatakan menolak Miras.

   Juru Bicara Keuskupan Agung Merauke  Pastor Anselmus Amo, MSC yang juga  Direktur Sekretariat  Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke mengungkapkan bahwa terkait dengan izin investasi Miras yang dikeluarkan oleh pemerintah Pusat,  gereja tidak mencampuri urusan negara terkait dengan peraturan Presiden  tersebut atau perangkat-perangkat aturan yang  ditetapkan oleh negara. Karena itu tentunya sudah dipertimbangkan oleh pemerintah.

   “Tapi hal penting bagi kami di gereja Katolik bahwa  Miras itu dilarang. Terlepas dari urusan Perpres atau tidak,  tapi bahwa Miras itu  dilarang gereja dengan alasan Miras merusak tubuh. Karena  tubuh itu bait roh kudus dan tubuh  itu ciptaan Tuhan. Dengan begitu perlu dijaga dan dipelihara,’’ kata Pastor Anselmus Amo kepada wartawan  ditemui di kantornya, Selasa (2/3).

   Rasul Paulus sendiri, lanjut  Pastor  Anselmus Amo  telah menegaskan  hal yang sama  bahwa peminum dan pemabok tidak akan mendapatkan bagian atau tempat  dalam kerajaan Allah. ‘’Jadi ini suatu penegasan biblis (injil). Jadi dasarnya dari situ. Lalu dikatakan bahwa tubuh  sebagai tempat bait roh kudus jangan  dirusakan oleh minuman keras seperti itu,’’ terangnya.

  Apalagi   secara sosial, kata Pastor Anselmus  Amo banyak mengalami masalah terkait dengan minuman keras ini, baik  kecelakaan  lalu lintas, kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya. “Itu juga merusak orang lain juga. Karena itu, gereja Katolik  melarang Miras ini karena dampaknya begitu besar untuk hidup bersama. Karena dengan Miras ini dapat merusak baik untuk tubuh sendiri maupun  terhadap orang lain,” terangnya.

   Karena itu, lanjut   Pastor Anselmus, gereja selalu menjaga agar umat  tidak terjerumus dalam Miras  tersebut. “Soal  Perpres, itu kebijakan negara. Kita tidak bisa mengatakan ini  boleh dan itu boleh. Tapi  pimpinan  gereja Katolik sudah sampaikan bahwa  Miras ini  tidak boleh. Jadi pernyataan kita tegas soal ini sebagai ajaran moral, tidak boleh  adanya Miras itu,’’ tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *