Polisi Amankan Lima Pucuk Senpi dan Puluhan Amunisi

Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum saat menunjukan 3 pucuk senjata api dan amunisinya  yang berhasil diamankan  tahap pertama. ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Polres  Merauke berhasil mengamankan 5 pucuk senjata api dan puluhan amunisi dari 2 tempat yang berbeda,  pada Minggu (28/2) dan pada Senin (1/3) pagi.  Pertama,  pada Minggu (28/2), 3 pucuk senjata  api dan puluhan amunsi diamankan dari seorang warga  berinisial AG dari jalan Gak, Merauke dan dari penangkapan ini, kemudian Polisi mengembangkan dan  berhasil mengamankan   barang bukti kedua  berupa 2 senjata  api dan puluhan amunisinya.

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum kepada wartawan mengungkapkan bahwa sekitar pukul 22.00 WIT, Timsus Rajawali mengamankan seorang warga yang beralamat di Wasur Kampung Merauke berinisial AG dan seorang saksi dimana senjata api tersebut diamankan di belakang jok mobil ranger berwarna putih.

   “Dari hasil penggeledahan berhasil diamankan 1 unit mobil ranger  warna putih, 3  pucuk senjata api siap pakai, 5 larasnya senjata api, 2 peredam, 1 teleskop, 38 amunisi kaliber 5,56 dan sejumlah peralatan las.” ungkapnya.

    Kemudian dari penangkapan ini, lanjut Kapolres, pihaknya kembali mengamankan 2 senjata api  dari seorang warga di Lampu  Satu Merauke. Dua pucuk senjata api tersebut  masing-masing jenis SS1 dan satu pucuk Moser yang dirakit menjadi senjata AK, dengan amunisi 20 butir SS1 dan 4 butir Moser  rakitan  AK.

   Keterangan sementara dari AG yang diamankan bahwa senjata ini digunakan untuk berburu, namun Kapolres masih mempertanyakan. Selain  tidak memiliki izin memegang senjata api tersebut,  yang menjadi pertanyaan mengapa senjata api tersebut cukup banyak.

   Menurut Kapolres, setelah mengamankan 5 pucuk senjata dan puluhan butir amunisi tersebut, pihaknya masih melakukan pengejaran  ke  pihak  lain. Namun Kapolres tidak mau  menjelaskan lebih detail lagi dengan alasan  nanti  bocor.

   “Jangan coba-coba membuat kekacauan, saya ada di sini. Saya tidak suka. Penolakan dengan Otsus berarti berhadapan dengan saya. Ini kebutuhan dan komoditi masyarakat agar mereka sejahtera. Jangan lagi lakukan itu apapun alasannya. Hal-hal yang tidak menguntungkan. Merauke  secara khusus saya lawan,” kata Kapolres.

    Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan kegiatan kemanusiaan yang  sedang  dipacu dalam 3 bulan lebih. ‘’Solat saya sudah di dalam mobil. Subuh kadang-kadang saya sudah di dalam mobil. Solat Isya dan Magrib di dalam mobil untuk menyelesaikan perkara-perkara lain. Saya tidak mau ada yang coba-coba mengganggu masyarakat saya di sini,” katanya.

   Ditanya lebih lanjut kemungkinan adanya oknum  Polisi terkait dengan adanya senjata  api  ada di tangan masyarakat  tanpa  izin  tersebut, Kapolres dengan tegas bahwa dirinya tidak peduli. ‘’Jika ada, saya tangkap. Kalau tidak bisa, saya  hajar,” tandasnya.  (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *